Gubernur Kalsel H Muhidin mengusulkan kembali bantuan penanganan karhutla untuk 12 kabupaten kepada Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi.
Banjarbaru, kalselpos.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengusulkan bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk 12 kabupaten di wilayahnya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, saat mendampingi kunjungan kerja Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, di Banjarbaru, Senin (19/10/2026).
Muhidin menjelaskan bahwa Pemprov Kalsel sebelumnya telah mengajukan permohonan serupa. Namun, dari 12 kabupaten yang diusulkan, baru enam daerah yang merealisasikan bantuan tersebut.
“Kami mengusulkan kembali bantuan tersebut kepada BNPB dan Kementerian Kehutanan. Sebelumnya, dari 12 kabupaten yang kami usulkan, baru enam yang mendapatkannya,” ujar Muhidin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus memperjuangkan dukungan pusat agar kebutuhan penanganan karhutla di kabupaten yang belum tersentuh bantuan dapat segera terpenuhi.
Selain memperjuangkan bantuan pusat, Pemprov Kalsel juga menyiapkan langkah konkret untuk memperkuat upaya pembasahan lahan terdampak, salah satunya melalui pengadaan peralatan pemadaman lapangan. Peralatan tersebut dijadwalkan tiba pada pekan ini untuk kemudian didistribusikan kepada satuan tugas (satgas) penanganan karhutla.
Sebagai strategi jangka panjang, Pemprov Kalsel juga merencanakan pembangunan embung-embung kecil di titik rawan kebakaran. Infrastruktur ini dirancang sebagai sumber air guna mempercepat proses pembasahan lahan, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Menurut Muhidin, embung tersebut nantinya berfungsi sebagai pos pengambilan air (water point) untuk mendukung operasi pengeboman air (water bombing) menggunakan helikopter.
“Kami merencanakan pembuatan embung kecil. Nantinya, helikopter dapat mengambil air dari embung tersebut untuk melakukan pembasahan di lokasi yang terdapat titik api,” jelasnya.
Pembangunan embung ini diharapkan dapat mendekatkan sumber air ke lokasi kebakaran sehingga pemadaman menjadi lebih cepat dan efektif. Guna memaksimalkan seluruh upaya tersebut, Pemprov Kalsel terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, Kementerian Kehutanan, serta unsur terkait lainnya.





