PLN UID Kalselteng memberikan pelatihan penggunaan mesin penggilingan padi listrik bagi kelompok tani di Kecamatan Upau, Tabalong, lewat program TJSL.
Banjarbaru, kalselpos.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) melalui PLN UP3 Barabai membekali kelompok tani di Desa Masingai I dan Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, dengan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin penggilingan padi berbasis listrik, Kamis (15/10).
Kegiatan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini mendukung Electrifying Agriculture untuk mendorong pemanfaatan energi listrik dalam pengolahan hasil pertanian.
Pelatihan ini menyasar kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Makmur di Kecamatan Upau, meliputi Poktan Usaha Karya, Sinar Harapan, Harapan Makmur, Pantai Jaya, Pintu Galang, dan Jaya Makmur. Pembekalan diberikan sebagai persiapan sebelum penyaluran bantuan mesin penggilingan padi listrik, sehingga petani memiliki keterampilan dasar untuk menggunakan dan merawat peralatan secara tepat.
Asisten Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalselteng, Andika Dwi Saputra, menjelaskan bahwa pelatihan menjadi bagian penting untuk memastikan petani siap mengoperasikan mesin sesuai prosedur. Materi juga mencakup perawatan rutin agar kondisi peralatan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Bantuan mesin perlu disertai pemahaman tentang cara penggunaan dan perawatannya. Kami ingin para petani siap memanfaatkan peralatan ini secara tepat, sehingga dapat menunjang kebutuhan pengolahan padi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Andika.
Ketua Gapoktan Harapan Makmur, Abdul Hadi, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengatakan, keberadaan mesin penggilingan padi di wilayah mereka sangat dibutuhkan karena selama ini masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan penggilingan.
“Alhamdulillah, kami mendapat kesempatan mempelajari teknologi ini sebelum menerima bantuan mesin. Kami berharap nantinya warga lebih mudah menggiling padi tanpa harus pergi jauh. Kami juga siap mempelajari cara pengoperasian dan perawatannya agar mesin dapat dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Abdul Hadi.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan bahwa pemanfaatan listrik di sektor pertanian merupakan salah satu upaya untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat agar semakin produktif. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN mendorong penggunaan teknologi berbasis listrik yang sesuai dengan kebutuhan petani, termasuk dalam pengolahan hasil panen.
“Kami berharap bantuan mesin penggilingan padi listrik ini dapat mempermudah petani di Kecamatan Upau dalam mengolah hasil panen. Pemanfaatan listrik untuk kegiatan pertanian juga diharapkan membantu proses kerja menjadi lebih efisien dan membuka peluang peningkatan nilai tambah bagi usaha tani masyarakat,” tutur Iwan.
Melalui program TJSL, PLN UID Kalselteng mendorong pemanfaatan teknologi yang tidak hanya menyediakan sarana pendukung, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelolanya. Dengan kesiapan petani dan penggunaan peralatan yang tepat, program ini diharapkan dapat mendukung pengolahan hasil panen serta memperkuat aktivitas pertanian di Kecamatan Upau.





