Dishub Kalsel bersama Banjarmasin, Banjarbaru, dan Bank Kalsel meluncurkan “Tarif Papadaan” Rp5.000 untuk 3 moda transportasi lewat aplikasi Aksel.
Banjarmasin, kalselpos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan, Dishub Kota Banjarmasin, dan Dishub Kota Banjarbaru resmi menerapkan “Tarif Papadaan” untuk layanan transportasi publik perkotaan. Melalui program integrasi ini, masyarakat dapat menikmati tiga moda angkutan umum hanya dengan tarif tunggal Rp5.000.
Skema ini memungkinkan penumpang berpindah armada antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin, dan Trans Banjarbaru hingga tiga kali perjalanan dalam durasi 90 menit dengan sekali bayar. Pembayaran dapat dilakukan secara nontunai menggunakan kartu prabayar nirsentuh, QRIS, maupun aplikasi dompet digital.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Bank Kalsel lewat aplikasi Aksel yang mengintegrasikan sistem pembayaran ketiga moda tersebut agar lebih praktis dan terjangkau.
Kepala Dishub Kalsel, M. Fitri Hernadi, menjelaskan bahwa keterlibatan Aksel merupakan bagian dari proyek perubahan implementasi tarif terintegrasi, khususnya untuk Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin.
“Melalui aplikasi Aksel dan implementasi Tarif Papadaan ini, kami berharap tidak hanya mempermudah layanan angkutan perkotaan. Ini juga menjadi langkah digitalisasi keuangan, peningkatan pendapatan daerah, serta bentuk creative financing antara Bank Kalsel dan Dishub melalui kolaborasi antarpemerintah daerah,” ujar Fitri, Kamis (8/10).
Fitri menambahkan, pengembangan ke depan akan diarahkan pada penyediaan opsi tarif berlangganan yang dapat dibeli langsung melalui aplikasi Aksel. Skema langganan ini diproyeksikan memberikan harga yang jauh lebih murah bagi pengguna setia transportasi publik.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Izhar, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal program pemerintah daerah, khususnya dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran di Banua.
“Sesuai komitmen kami dengan Bank Indonesia, Bank Kalsel akan selalu mendukung penuh digitalisasi di Kalimantan Selatan. Salah satu wujud nyatanya adalah mendorong digitalisasi pada sistem transportasi Trans Banjarbakula ini,” tegas Izhar.
Pemerintah daerah bersama Bank Kalsel optimistis kehadiran Tarif Papadaan dapat mendongkrak minat masyarakat menggunakan transportasi publik. Selain menghemat biaya perjalanan, integrasi pembayaran digital ini diharapkan mampu menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi serta mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang modern dan berkelanjutan.





