Festival Budaya Banjar 2026 Berakhir, Seni Tradisional Kian Diperkuat

Teks Foto: Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar, M Syahid, menyerahkan piala dan sertifikat kepada para pemenang Festival Budaya Banjar 2026 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan upaya melestarikan seni tradisional daerah.(ist)(kalselpos.com)

Disbudporapar Kabupaten Banjar sukses menggelar Festival Budaya Banjar 2026 di Martapura. Lomba Seni Hadrah hingga Rudat dorong regenerasi seniman.

Martapura, Kalselpos.com – Festival Budaya Banjar (FBB) 2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian kegiatannya pada Kamis (15/10/2026) sore. Digelar di halaman Kantor Kecamatan Martapura, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya tradisional daerah.

Bacaan Lainnya

 

Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar dengan melibatkan berbagai kelompok seni untuk berkompetisi sekaligus menampilkan kekayaan budaya Banjar.

 

Kepala Disbudporapar Banjar yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, M Syahid, didampingi Kasi Kesenian Bidang Kebudayaan, Ina Wangsih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

 

Menurut Syahid, dukungan fasilitas dan sarana penunjang menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh agenda perlombaan berjalan dengan baik, mulai dari pembukaan hingga penutupan festival.

 

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat empat cabang seni yang dilombakan. Tiga di antaranya berstatus tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Sinoman Hadrah, Rudat, dan Musik Panting. Sementara itu, lomba Maulid Habsyi digelar untuk tingkat Kabupaten Banjar.

 

Selain menjadi ruang bagi para seniman untuk menunjukkan kemampuan, festival tersebut juga mendorong regenerasi pelaku seni agar kesenian tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda.

 

Panitia turut menerapkan ketentuan keikutsertaan bagi peserta yang telah meraih juara tiga kali berturut-turut pada kategori yang sama. Kebijakan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk berkompetisi dan mengembangkan kemampuan mereka.

 

Salah satu peserta yang turut mencuri perhatian adalah kelompok tari Rudat Putri SMPN 1 Gambut. Kelompok tersebut berhasil meraih juara kedua pada kategori umum, meski harus bersaing dengan peserta yang lebih berpengalaman.

 

Pembina sekaligus guru seni SMPN 1 Gambut, Yuni Kartika, mengapresiasi pencapaian anak didiknya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, terlebih mereka sebelumnya pernah meraih juara pertama pada kategori pelajar.

 

Dengan persiapan yang relatif singkat dan aktivitas pembelajaran jarak jauh yang dijalani sebagian besar siswa, kelompok beranggotakan 11 penari dan lima penabuh itu tetap mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.

 

Ke depan, Yuni berharap anak didiknya dapat mempersiapkan diri lebih matang, menambah personel, serta meningkatkan kualitas penampilan agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi.

 

Disbudporapar Kabupaten Banjar pun berkomitmen menjadikan Festival Budaya Banjar sebagai agenda tahunan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap pelestarian seni tradisional dapat terus berjalan melalui kolaborasi dengan Dewan Kesenian dan berbagai lembaga seni.

 

Dengan demikian, Festival Budaya Banjar tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

 

 

Pos terkait