Anggota DPRD Balangan Hafiz Anshari meminta mekanisme pengajuan beasiswa anak yatim dipermudah serta pendataan dilakukan secara akurat.
Paringin, kalselpos.com-Kebijakan pemberian beasiswa maksimal kepada dua anak dari setiap kepala keluarga yang meninggal dunia merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan masyarakat.Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Balangan Hafiz Anshari.
Ia menilai perhatian terhadap pendidikan anak yatim juga merupakan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Balangan. Dengan kesempatan pendidikan yang tetap terjaga,anak-anak tersebut diharapkan dapat tumbuh dan berkembang tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.
Ia juga mendorong agar mekanisme pengajuan dibuat sederhana dan mudah dipahami masyarakat, terutama bagi keluarga yang sedang menghadapi kondisi kehilangan anggota keluarga.
“Pendataan calon penerima harus dilakukan secara akurat, proses pengajuannya mudah, serta pengawasannya diperkuat agar bantuan ini benar-benar sampai kepada yang berhak,” imbuhnya.
Hafiz berharap program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga menjadi salah satu bentuk perlindungan pendidikan bagi anak yatim di Kabupaten Balangan.





