Jembatan AMD Manunggal 1 Banjarmasin mengalami penurunan , PUPR siapkan Rehabilitasi Tahun Ini

Teks foto :Jembatan AMD Manunggal 1 mengalami penurunan.(kalselpos.com)

Dinas PUPR Kota Banjarmasin menganggarkan rehabilitasi Jembatan AMD Manunggal 1 yang mengalami penurunan struktur kayu ulin pada APBD Perubahan 2026.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan AMD Tatah Belayung, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, diminta meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, badan Jembatan AMD Manunggal 1 dilaporkan mengalami penurunan sehingga memerlukan penanganan untuk menjaga keamanan dan kelancaran akses transportasi.

Bacaan Lainnya

 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin telah merencanakan rehabilitasi jembatan tersebut melalui anggaran perubahan tahun 2026. Perbaikan difokuskan pada struktur utama jembatan berbahan kayu ulin yang mengalami perubahan elevasi atau melengkung.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Fuad Hasan, mengatakan penurunan badan jembatan diduga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas lalu lintas barang dan jasa di kawasan tersebut.

 

Menurutnya, perkembangan ekonomi dan pertumbuhan kawasan pinggiran Kota Banjarmasin turut meningkatkan mobilitas masyarakat serta kendaraan yang melintas.

 

“Memang ada penurunan karena peningkatan lalu lintas barang dan jasa. Hal ini juga seiring dengan meningkatnya perekonomian dan perkembangan kawasan pinggiran Kota Banjarmasin,” ujar Fuad, Jumat (16/10/26).

 

Fuad menjelaskan, rehabilitasi Jembatan AMD Manunggal 1 direncanakan dengan membenahi struktur kayu ulin yang mengalami penurunan. Bagian jembatan yang melengkung akan diperbaiki dan elevasinya dikembalikan agar permukaan badan jembatan tidak lagi membentuk cekungan.

 

Selain itu, lapisan beton dan aspal yang saat ini berada di atas jembatan direncanakan dibongkar. Langkah tersebut dilakukan agar beban konstruksi berkurang dan struktur kayu ulin dapat menjadi fokus penanganan.

 

“Rencananya struktur ulinnya kita rehabilitasi. Bagian yang melengkung akan kita benahi dan elevasinya dikembalikan sehingga tidak ada cekungan di badan jembatan. Beton dan aspal akan kita bongkar, sehingga jembatan kembali menggunakan struktur ulin terlebih dahulu,” jelasnya.

 

Dinas PUPR Banjarmasin menargetkan pekerjaan rehabilitasi tersebut dapat dilaksanakan pada tahun ini melalui anggaran perubahan 2026. Namun, sebelum pekerjaan dimulai, pihaknya masih mematangkan perencanaan teknis bersama konsultan untuk memastikan metode penanganan yang tepat.

 

Fuad menyebutkan, pembahasan bersama konsultan dilakukan untuk mengevaluasi desain rehabilitasi agar sesuai dengan kondisi struktur jembatan di lapangan.

 

“Insyaallah tahun ini sudah kita rencanakan melalui anggaran perubahan. Kami juga mengundang konsultan untuk berdiskusi kembali dan memastikan desain penanganannya sudah tepat,” tutupnya.

 

 

Pos terkait