Wali Kota Yamin HR menyentil DKP3 Banjarmasin akibat kolam bermain anak Rp3,1 miliar di Jahri Saleh belum beroperasi karena kendala pasokan listrik.
BANJARMASIN, Kalselpos.com — Pembangunan kolam bermain anak di Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh, Kota Banjarmasin, kembali menjadi sorotan. Meski telah menghabiskan anggaran sekitar Rp3,1 miliar, wahana tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
Persoalan utamanya ternyata bukan pada pembangunan fisik, melainkan belum tersedianya sambungan listrik untuk mengoperasikan wahana tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian karena masyarakat yang datang ke Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh belum dapat menikmati fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut.
Salah satunya Hidayatullah, warga Teluk Dalam, yang datang bersama istri dan anaknya untuk berlibur pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia mengaku sengaja datang karena berharap anaknya dapat menikmati kolam bermain yang tersedia di kawasan taman.
Namun, harapan tersebut pupus setelah mengetahui wahana belum bisa digunakan.
“Saya sengaja datang bersama istri dan anak untuk berlibur dan ingin menikmati kolam bermain anak. Tapi ternyata belum bisa digunakan,” ujar Hidayatullah.
Belum beroperasinya wahana tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan perencanaan pembangunan. Pasalnya, pembangunan fisik yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah idealnya dibarengi dengan kesiapan seluruh sarana pendukung agar fasilitas dapat langsung dimanfaatkan masyarakat setelah pekerjaan selesai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, membenarkan kolam bermain anak tersebut belum beroperasi karena belum tersambung jaringan listrik.
Menurutnya, saat peluncuran wahana beberapa waktu lalu, kebutuhan listrik masih mengandalkan mesin genset.
“Karena listriknya belum masuk. Waktu peluncuran kemarin masih menggunakan genset,” kata Yuliansyah saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, pemasangan jaringan listrik akan diupayakan dalam waktu dekat. Anggaran untuk kebutuhan tersebut disebut akan diupayakan melalui APBD Perubahan Kota Banjarmasin 2026.
Namun, kondisi tersebut justru mendapat sorotan dari Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR.
Yamin menyayangkan fasilitas yang telah selesai dibangun belum bisa langsung dimanfaatkan masyarakat hanya karena persoalan listrik.
Menurutnya, kebutuhan listrik maupun sarana pendukung lainnya semestinya sudah diperhitungkan sejak tahap perencanaan pembangunan.
“Semestinya dipikirkan terlebih dahulu apa yang menjadi kekurangan selama pembangunan itu berlangsung. Jadi ketika selesai, bisa langsung dinikmati masyarakat,” kata Yamin.
Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi sejak awal, bukan baru dipikirkan setelah pembangunan fisik selesai.
Yamin bahkan mempertanyakan pola perencanaan dinas terkait yang dinilai belum menunjukkan inisiatif untuk menyelesaikan kebutuhan pendukung wahana tersebut sejak awal.
“Saya bingung pola berpikirnya seperti apa. Ini seharusnya bisa diinisiasi dari awal, jangan setelah selesai baru memikirkan listriknya,” ujarnya.
Yamin menegaskan, pembenahan Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh merupakan salah satu fokus Pemerintah Kota Banjarmasin.
Karena itu, ia meminta DKP3 bersama kepala UPT terkait segera mencari solusi agar kolam bermain anak tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sorotan terhadap wahana ini sekaligus menjadi evaluasi agar pembangunan fasilitas publik ke depan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan pendukung telah siap sehingga fasilitas benar-benar dapat digunakan masyarakat.





