Kasus ISPA di Banjarmasin turun Signifikan, Dinkes sebut PJJ dan kesadaran Pakai Masker berpengaruh

Teks foto :Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah(kalselpos.com)

Kadinkes Banjarmasin Yanuar Diansyah membeberkan tren kasus harian ISPA merosot dari 368 menjadi 91 kasus akibat dampak positif PJJ dan kesadaran bermasker.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Kabar baik datang di tengah persoalan kualitas udara yang sempat memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Banjarmasin dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penurunan.

Bacaan Lainnya

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menyebut penurunan tersebut terlihat baik dari kasus harian maupun tren kasus mingguan yang tercatat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

 

“Alhamdulillah, dalam minggu-minggu ini untuk kasus ISPA di Kota Banjarmasin mengalami penurunan,” ujar Yanuar, Minggu (4/10/26).

 

Menurutnya, penurunan kasus tersebut kemungkinan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca, kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), hingga meningkatnya kesadaran masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

 

“Bisa terkait dengan situasi kondisi cuaca atau ada kegiatan kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin, salah satunya PJJ. Kemudian juga disebabkan kesadaran masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya.

 

Yanuar membeberkan data kasus harian ISPA di Kota Banjarmasin yang menunjukkan penurunan cukup tajam dalam empat hari terakhir.

 

Pada 28 September 2026, tercatat sebanyak 368 kasus. Angka tersebut kemudian turun menjadi 273 kasus pada 29 September, lalu 233 kasus pada 30 September.

 

Memasuki 1 Oktober 2026, kasus harian kembali turun hingga menjadi 91 kasus di seluruh Kota Banjarmasin.

 

“Kalau harian, tanggal 1 Oktober kasusnya hanya 91 untuk se-Kota Banjarmasin. Di tanggal 30 September kemarin 233, tanggal 29 September 273, dan tanggal 28 September 368,” ungkap Yanuar.

 

Menurutnya, data tersebut memperlihatkan adanya penurunan kasus secara bertahap dalam kurun empat hari.

 

Tak hanya berdasarkan laporan harian, tren penurunan juga terlihat pada data mingguan ISPA yang dihimpun dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Banjarmasin.

 

Yanuar menyebut, penurunan signifikan terjadi dari minggu ke-36 hingga minggu ke-39.

 

Pada minggu ke-36, jumlah kasus ISPA tercatat mencapai sekitar 2.580 kasus. Angka tersebut kemudian turun hingga sekitar 1.700 kasus pada minggu ke-39.

 

“Kalau dari data tren ISPA mingguan juga mengalami penurunan yang signifikan. Dari minggu ke-36 sampai minggu ke-39 terjadi penurunan. Minggu ke-36 kasus mingguannya 2.580, kemudian di minggu ke-39 hanya sekitar 1.700 kasus dari seluruh puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin,” paparnya.

 

Meski tren kasus mulai menurun, Dinkes Banjarmasin tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah, terutama ketika kualitas udara kembali memburuk.

 

Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kondisi tubuh, serta memperhatikan informasi kualitas udara yang dikeluarkan pemerintah.

 

 

Pos terkait