Kabut Asap belum stabil, Pemko Banjarmasin perpanjang PJJ hingga 26 September

Teks foto :Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.(kalselpos.com)

Pemko Banjarmasin memperpanjang masa PJJ bagi sekolah mulai 24 hingga 26 September 2026 akibat udara fluktuatif kabut asap.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Banjarmasin kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan. Kebijakan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin ini berlaku selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 September 2026. Pemerintah mengambil langkah ini karena kualitas udara di Kota Banjarmasin masih fluktuatif akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Kualitas udara sebenarnya menunjukkan perbaikan pada Rabu (23/9/2026) pukul 07.00 WITA, yaitu berubah dari kategori berbahaya (hitam) menjadi kategori kuning. Namun, kabut asap yang cukup pekat masih menyelimuti sejumlah wilayah.

 

Kondisi tersebut mendorong Pemko Banjarmasin untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengingatkan bahwa perubahan kualitas udara bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat terutama anak-anak harus tetap waspada.

 

“Kondisi kualitas udara di Kota Banjarmasin saat ini bersifat fluktuatif. Pada waktu-waktu tertentu, statusnya berada pada kategori tidak sehat hingga sempat meningkat. Jadi, kita tetap perlu waspada, khususnya bagi peserta didik,” ujar Ryan, Rabu (23/9/2026).

 

Ryan menjelaskan bahwa pihaknya mengambil keputusan ini setelah memantau kualitas udara secara saksama. Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan Ketua Satgas Penanganan Dampak Karhutla dan BPBD Kota Banjarmasin.

 

“Kami melanjutkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipatif. Keputusan ini berdasar pada hasil pemantauan kualitas udara serta koordinasi dengan Ketua Satgas Penanganan Dampak Karhutla dan BPBD Kota Banjarmasin,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah. Langkah ini bertujuan mencegah peserta didik terpapar kualitas udara yang belum sepenuhnya aman.

 

“Kami menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kehati-hatian. Kami ingin melindungi kesehatan peserta didik sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara,” ucapnya.

 

### PJJ Harus Tetap Efektif dan Fleksibel

 

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Banjarmasin meminta seluruh sekolah memastikan proses PJJ tetap berjalan efektif. Sekolah juga harus menerapkan pola pembelajaran yang fleksibel agar tidak memberikan beban berlebihan kepada peserta didik maupun orang tua.

 

“Dinas Pendidikan mengarahkan agar pelaksanaan PJJ tetap berjalan efektif dan fleksibel. Selain itu, program ini jangan sampai membebani peserta didik maupun orang tua,” ujar Ryan.

 

Ryan menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi kebijakan PJJ ini. Dinas Pendidikan akan mengikuti perkembangan kualitas udara di Kota Banjarmasin. Jika kondisi udara telah stabil dan aman, Pemko Banjarmasin akan memberlakukan kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara bertahap.

 

“Ke depan, kami akan terus memantau dan mengevaluasi situasi secara berkala. Apabila kondisi kualitas udara sudah stabil dan aman, maka kami akan melaksanakan kembali pembelajaran tatap muka secara bertahap,” katanya.

 

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Banjarmasin. Warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

 

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan. Kurangi aktivitas di luar ruangan pada saat kualitas udara menurun, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” ucapnya.

Pos terkait