Sebanyak 54 geosite Meratus UGGp dipastikan aman dari karhutla. Pemprov Kalsel perketat mitigasi termasuk penutupan Tahura Sultan Adam.
Banjarbaru, kalselpos.com–
Sebanyak 54 situs dalam jaringan Meratus UNESCO Global Geopark (UGGp) di Kalimantan Selatan berada dalam kondisi aman dari karhutla. Seluruh kawasan geosite tersebut hingga saat ini relatif bebas dari dampak kebakaran hutan dan lahan. Meski begitu, pemerintah daerah tetap memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan informasi tersebut pada Selasa (22/9/2026). Beliau mewakili Gubernur Kalsel dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengelola Situs Meratus UGGp Tahun 2026 di Banjarmasin.
“Pantauan terkini menunjukkan belum ada geosite Meratus UGGp yang terkena dampak langsung karhutla. Titik kebakaran lebih banyak muncul di daerah lain seperti Banjarbaru. Kami berharap kebakaran tidak sampai merusak plasma nutfah di hulu sungai dan wilayah lainnya,” ujar Ariadi.
Pemerintah daerah terus mewaspadai potensi karhutla hingga beberapa bulan ke depan. Petugas menerapkan strategi khusus di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Pengelola membatasi atau menutup sementara kunjungan wisata hingga kondisi wilayah benar-benar aman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel sekaligus Ketua Harian Pengelola Meratus UGGp, Iwan Fitriady, memberikan penjelasan tambahan. Beliau memaparkan bahwa 54 situs tersebut tersebar di empat kabupaten dan dua kota. Oleh karena itu, kolaborasi antardaerah menjadi kunci utama untuk menjaga kelestarian seluruh situs.
“Secara umum, kondisi 54 geosite masih aman. Kami bersama pemerintah kabupaten dan kota terus melakukan pemantauan intensif. Tim juga rutin mengunjungi beberapa situs di Barito Kuala seperti kawasan Jembatan Barito dan Pulau Curiak,” kata Iwan.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan sebaran situs terbanyak. Daerah tersebut memiliki 17 titik lokasi geosite.
Iwan menekankan bahwa sinergi pengelolaan geopark ini memegang dua prinsip utama. Selain melestarikan warisan bumi melalui konservasi, status global geopark ini harus memberikan dampak nyata. Keberadaannya wajib meningkatkan perekonomian masyarakat lokal di sekitar situs secara berkelanjutan.





