16 Tim Sepakbola Ambil Bagian BRE Cup VIII Di Turnamen Sepakbola U15 

Teks foto Bupati Tapin H Yamani dan Kepala BPN Tapin Zainal Ilmi perlihatkan berkas naskah kerjasama yang sudah di tandatangani.(ist)(kalselpos.com)

Wabup Tapin H. Juanda membuka turnamen sepak bola BRE Cup VIII 2026 U-15 di Lapangan Dwi Dharma yang diikuti 16 tim se-Kalsel.

Rantau, kalselpos.com –Sebanyak 16 tim sepak bola kelompok usia 15 tahun bertanding dalam Bhumi Rantau Energi (BRE) Cup VIII 2026 Turnamen Sepakbola U15 berlangsung Lapangan Dwi Dharma, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

 

Turnamen sepak bola BRE Cup VIII 2026 kembali menjadi panggung bagi pesepak bola muda untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur perkembangan pembinaan usia dini di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

 

Turnamen kategori usia 15 tahun itu resmi dibuka Wakil Bupati Tapin H Juanda melalui tendangan pertama di Lapangan Dwi Dharma Rantau, Jumat (18/9/2026).

 

Wakil Bupati Tapin H Juanda mengatakan, turnamen usia muda tidak sekadar menjadi ajang mencari juara. Kompetisi seperti BRE Cup penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada pemain sejak usia dini.

 

“Yang paling penting dari turnamen ini adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, belajar sportif, disiplin dan berani berkompetisi, “kata Juanda.

 

Menurut Juanda, keterlibatan perusahaan melalui program pembinaan olahraga juga memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan.

 

Ketua Panitia BRE Cup VIII Bahrun mengatakan, sebanyak 16 tim ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Komposisi peserta dari dalam dan luar Tapin sengaja dibuat untuk memberikan tantangan sekaligus mengukur kemampuan pemain muda daerah.

 

“Sebanyak 16 tim dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan terdiri dari delapan tim berasal dari Kabupaten Tapin.

Dan Delapan tim lainnya berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Balangan, Banjar, serta Kota Banjarmasin, “ungkapnya.

 

Berharap melalui turnamen ini lahir atlet-atlet baru dan berbakat yang nantinya menjadi kebanggaan Banua.

 

Ketua Askab PSSI Tapin Ferdy Setiawan mengatakan BRE Cup merupakan bagian dari proses pembinaan sepak bola usia dini di Tapin. Kompetisi tersebut diharapkan mampu membentuk pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.

 

“BRE Cup menjadi bagian dari pembinaan dan pendidikan dini sepak bola di Kabupaten Tapin untuk melahirkan generasi muda yang disiplin, sportif dan berprestasi,” kata Ferdy.

 

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tapin serta PT Bhumi Rantau Energi yang selama ini berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola di daerah.

 

General Manager PT Bhumi Rantau Energi Yardi Aswan mengatakan, BRE Cup merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan bakat, potensi dan karakter generasi muda melalui olahraga.

 

Menurut Yardi, perjalanan turnamen tersebut telah berlangsung sejak 2014, meski sempat terhenti pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19. Pada awalnya, BRE Cup digelar sebagai kompetisi sepak bola antarkecamatan dengan kategori umum. Seiring perkembangan, format kompetisi diarahkan pada pembinaan pemain usia muda.

 

“Perkembangannya kami arahkan menjadi kompetisi antarklub di Kalimantan Selatan dengan fokus pembinaan usia dini, khususnya kelompok usia 15 tahun,” kata Yardi.

 

Kehadiran tim dari berbagai kabupaten dan kota diharapkan dapat memberikan gambaran sejauh mana perkembangan pemain lokal ketika berhadapan dengan lawan dari luar daerah.

 

Yardi menyebutkan, pembinaan yang dilakukan sebelumnya telah menghasilkan sejumlah pemain yang mampu melangkah ke level lebih tinggi. Tujuh pemain binaan PT BRE, kata dia, pernah mengikuti seleksi Tim Nasional Indonesia kelompok usia 17 tahun serta tampil dalam berbagai kompetisi tingkat provinsi dan nasional.

 

“Peserta dari luar daerah menjadi tolok ukur bagi kami untuk melihat progres pembinaan. Dari pertandingan ini kami bisa mengevaluasi apakah kemampuan pemain dan pembinaan yang dilakukan sudah mengalami peningkatan,” ujarnya.

 

BRE Cup VIII 2026 pun tidak hanya menjadi perburuan trofi. Lapangan Dwi Dharma menjadi tempat bagi para pemain muda untuk menunjukkan teknik, mental bertanding dan kemampuan bekerja sama. Bagi sebagian pemain, kompetisi ini juga menjadi kesempatan membuka jalan menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.

 

Dengan mempertemukan tim-tim dari berbagai daerah, BRE Cup diharapkan terus berkembang sebagai kompetisi pembinaan yang konsisten sekaligus menjadi salah satu jalur pencarian talenta sepak bola muda di Kalimantan Selatan.

 

Turut hadir pembukaan Sekda Tapin Unda Absori, Perwakilan Muspida Tapin serta Pengurus KONI Tapin.

 

 

Pos terkait