Bupati HSS Syafrudin Noor memimpin apel antisipasi karhutla, menyerahkan 5.500 liter BBM untuk BPK, serta menyalurkan bantuan air bersih akibat kemarau.
Kandangan, kalselpos.com–
Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafrudin Noor memimpin apel antisipasi penanganan bencana Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla). Selanjutnya, kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pada Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, sejumlah pejabat penting turut menghadiri apel kesiapsiagaan ini. Mereka adalah Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Kolonel Infanteri Bambang Susilo dan Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam. Selain itu, hadir pula Dandim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko serta Danyonif TP 829/BA Letkol Inf Teguh Yudha Prakosa. Bahkan, jajaran dinas terkait dan Kerukunan BPK juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Kemudian, dalam apel ini, Bupati Syafrudin Noor menyerahkan bantuan 5.500 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) secara simbolis. Penyerahan bantuan tersebut menyasar langsung kepada pihak Kerukunan BPK HSS. Di samping itu, pemerintah daerah juga menyerahkan santunan asuransi kematian bagi keluarga anggota BPK.
Oleh karena itu, Bupati Syafrudin Noor menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran. Apresiasi tersebut khusus tertuju untuk para relawan di garis depan penanggulangan karhutla. Sebab, menurutnya, para relawan telah bekerja keras tanpa kenal lelah siang dan malam. Mereka mendarmabaktikan tenaga dan pikiran dalam mengendalikan serta memadamkan api di Kabupaten HSS.
“Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah membantu penanganan karhutla,” ucap Bupati Syafrudin.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penanganan karhutla bukan hanya tugas satu instansi semata. Langkah ini justru memerlukan peran aktif dari seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Keberhasilan penanganan bencana ini adalah buah dari kerja sama semua pihak. Mulai dari Pemerintah, BPK, tim Tagana, pihak swasta, hingga seluruh stakeholder terkait,” ujar Bupati Syafrudin.
Oleh sebab itu, Bupati Syafrudin mengingatkan masyarakat agar senantiasa mematuhi regulasi pencegahan karhutla. Lalu, aparat juga akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Langkah preventif dan penegakan aturan ini penting. Semua demi menjaga keselamatan dan kenyamanan warga HSS secara keseluruhan,” kata Bupati Syafrudin.
Namun, selain fokus pada karhutla, Pemkab HSS juga bergerak cepat merespons dampak kemarau lainnya. Misalnya, penanganan terhadap ancaman krisis air bersih bagi warga.
“Pemkab telah mendistribusikan bantuan air bersih secara terus-menerus. Pendistribusian ini menyasar desa-desa dan kawasan HSS yang mengalami kekeringan,” pungkas Bupati Syafrudin.





