Akses Warga Mantuil kembali normal, Jembatan Bailey Saka Harang bisa difungsikan

Teks foto :Jembatan Bailey Saka Harang Banjarmasin sebagai akses sementara kini telah selesai dirakit, Rabu (2/9/2026).(kalselpos.com)

Jembatan Bailey Saka Harang di Mantuil selesai dirakit oleh Pemko Banjarmasin dan TNI, warga kini sudah bisa melintas dengan pembatasan tonase.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Banjarmasin mempercepat upaya pemulihan akses warga pascaambruknya Jembatan Saka Harang di Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Selanjutnya, tim teknis telah menyelesaikan perakitan Jembatan Bailey sebagai jalur alternatif pada Rabu (2/9/2026).

Sementara itu, jembatan taktis sepanjang 30 meter ini berfungsi menghubungkan kembali mobilitas masyarakat yang sempat terputus. Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin menggandeng Kodim 1007/Banjarmasin dan Satuan Detasemen Zeni Tempur 8/Gawi Manuntung (Denzipur 8/GM) dalam proyek darurat ini. Kemudian, para petugas di lapangan memulai proses perakitan sejak Senin (31/8/2026).

Jembatan tipe Kompak ini memiliki 10 panel utama. Di samping itu, setiap panel mempunyai panjang sekitar 3,05 meter. Oleh karena itu, sepeda motor dan mobil dapat melintasi konstruksi sementara ini dengan aman. Namun, petugas membatasi tonase kendaraan maksimal 5 ton demi menjaga kekuatan jembatan.

Meskipun bentang utama jembatan sudah berdiri, warga belum bisa menggunakannya secara penuh. Sebab, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin masih merampungkan oprit di kedua ujung jembatan.

Kepala UPTD Swakelola Pemeliharaan PUPR Banjarmasin, Fuad Hasan, menjelaskan bahwa pekerja telah menyelesaikan satu sisi oprit. Sementara itu, sisi oprit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Oleh sebab itu, warga baru bisa melintasi Jembatan Mantuil dengan angkutan terbatas.

Lebih lanjut, Fuad menargetkan penyelesaian akhir jembatan darurat ini rampung pada Rabu (2/9/2026). Dengan demikian, jalur utama warga dapat segera beroperasi normal.

Saat ini, tim lapangan sedang memasang siring pada bagian oprit di seberang sungai. Jika semua tahapan berjalan lancar, jembatan siap beroperasi penuh pada sore hingga malam hari.

Fuad juga mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komandan TNI di lapangan mengenai material oprit. Untuk sementara waktu, pekerja cukup menggunakan hamparan batu. Namun, UPTD PUPR tetap siap melakukan pengaspalan jika situasi membutuhkan.

Di sisi lain, warga Mantuil kini mulai melintasi Jembatan Saka Harang darurat tersebut. Mereka memanfaatkan jalur ini meskipun para pekerja masih mengebut sisa pekerjaan di lapangan.

Salah seorang warga setempat, Rahma, mengaku sangat lega melihat perkembangan ini. Bahkan, ia menyampaikan apresiasi besar kepada Wali Kota beserta jajaran TNI dan Polri atas respon cepat mereka sehingga aktivitas harian warga kembali lancar.

 

 

Pos terkait