Praktisi ekonomi H Rustamaji SE MAP menilai Pemda Kalsel perlu mempercepat transformasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada tambang dan sawit.
Banjarmasin, kalselpos.com – Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan dinilai perlu mempercepat transformasi ekonomi secara komprehensif dengan memperluas basis ekonomi daerah. Langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan perkebunan sawit yang rentan terhadap perubahan harga serta permintaan pasar global.
Praktisi Ekonomi, H Rustamaji SE MAP, mengatakan dominasi komoditas ekstraktif dapat menimbulkan kerentanan makro ekonomi melalui siklus boom and bust.
Ketika harga dan permintaan batubara maupun sawit meningkat, pendapatan daerah ikut terdorong. Namun, kondisi sebaliknya dapat menyebabkan penurunan penerimaan secara signifikan.
“Pemerintah daerah selayaknya responsif terhadap dinamika ekonomi global maupun lokal dan tidak mengabaikan peluang baru pada sektor ekonomi lainnya,” ujar Rustamaji.
Menurutnya, pengembangan ekonomi digital, industri kreatif, agrowisata dan jasa modern perlu menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi Kalsel.
Diversifikasi tersebut juga dapat mempercepat peralihan tenaga kerja menuju sektor dengan produktivitas dan nilai tambah lebih tinggi.
Selain persoalan ekonomi, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan juga harus diimbangi komitmen pemulihan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.
Rustamaji menegaskan, penguatan sektor-sektor ekonomi baru berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat kemandirian fiskal.
“Bangun dan kembangkan potensi ekonomi kewilayahan, akan berdampak terhadap potensi pendapatan. Hubungan keduanya bergerak positif dan menuju tren yang sama,” katanya.





