PT Borneo Indobara Resmikan WIM Digital Hub, Tonggak Baru Transformasi Teknologi Penimbangan Batubara

PT Borneo Indobara meresmikan WIM Digital Hub di Batulicin demi mempercepat transformasi sistem penimbangan batubara berbasis AI dan data.

Peresmian WIM Digital Hub menandai pencapaian penting dalam perjalanan transformasi teknologi penimbangan PT Borneo Indobara selama hampir dua dekade melalui pengembangan ekosistem digital berbasis Weigh in Motion – Digital Standard (WIM DS), Artificial Intelligence (AI), dan Data Analytics untuk mendukung operasional pertambangan yang semakin modern, presisi, efisien, dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Batulicin, Kalselpos.com – PT Borneo Indobara (BIB), anak perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), resmi meresmikan WIM Digital Hub. Fasilitas ini menjadi pusat operasional, inovasi, edukasi, dan pengembangan teknologi penimbangan digital yang menjadi fondasi baru transformasi operasional perusahaan. Peresmian ini menandai tonggak penting perjalanan transformasi teknologi penimbangan BIB selama hampir dua dekade. Lebih dari sekadar fasilitas fisik, WIM Digital Hub menggambarkan perubahan sistem penimbangan dari cara konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi, cerdas, dan berbasis data. Langkah ini juga mempertegas komitmen perusahaan menghadirkan inovasi untuk meningkatkan efisiensi kerja, transparansi proses, serta keandalan layanan guna mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Acara peresmian dihadiri Bonifasius selaku Chief Executive Officer PT Golden Energy Mines Tbk, R. Utoro selaku Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, serta Dimas “Omdim” Sutejo selaku Chief Digital & Technology Officer PT Golden Energy Mines Tbk. Turut hadir jajaran manajemen, mitra strategis, dan para pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam perjalanan transformasi teknologi penimbangan di BIB.

 

Seiring produksi batubara yang terus meningkat, kompleksitas operasional logistik dan transaksi di PT Borneo Indobara juga berkembang pesat. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan sistem penimbangan yang mampu menangani volume transaksi makin besar sekaligus memberikan keandalan, kecepatan, dan ketersediaan layanan yang lebih baik. Perjalanan transformasi teknologi penimbangan PT Borneo Indobara dimulai tahun 2006 melalui pemakaian Weigh Bridge Statis sebagai dasar proses penimbangan batubara. Sejalan pertumbuhan produksi, perusahaan terus meningkatkan kapasitas sistem dari satu unit jembatan timbang 60 ton menjadi tujuh unit berkapasitas 80 ton yang tersebar di empat lokasi operasional. Namun, mekanisme yang mewajibkan kendaraan berhenti masih menyisakan kendala berupa batas kapasitas, antrean, serta biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Borneo Indobara terus melakukan eksplorasi dan evaluasi berbagai teknologi penimbangan. Salah satunya lewat uji coba Load Scanner pada 2017–2020 sebagai upaya mencari solusi lebih efisien, hingga akhirnya perusahaan memilih menerapkan teknologi Weigh In Motion. Pada tahun 2021, PT Borneo Indobara mulai memakai WIM versi 1.0 yang memungkinkan kendaraan ditimbang tanpa berhenti dalam waktu kurang dari 10 detik. Sistem ini didukung teknologi RFID dan CCTV untuk mengotomatisasi identifikasi kendaraan sehingga proses berjalan lebih cepat, efisien, dan minim campur tangan manusia.

 

Transformasi berlanjut tahun 2024 lewat penyempurnaan Weigh In Motion Digital Standard. Pada tahap ini, sistem penimbangan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan sistem transaksi tertutup dan kecerdasan buatan. Pengembangan ini juga didukung pondasi lebih kokoh, kemampuan operasi simultan di banyak jalur, jaringan serat optik berkecepatan tinggi, serta susunan layanan yang siap beroperasi hingga 99 persen waktu dalam setahun. Perjalanan dari jembatan timbang, Load Scanner, WIM, hingga WIM Digital Standard menunjukkan kesungguhan PT Borneo Indobara membangun ekosistem penimbangan digital yang makin cepat, presisi, andal, dan terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk mendukung target produksi hingga 54 juta ton per tahun, melayani rata-rata 3.700 transaksi setiap hari, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.

 

Berbeda dengan cara lama yang hanya menjadikan timbang alat ukur berat, PT Borneo Indobara mengembangkan Weigh In Motion menjadi satu kesatuan ekosistem penimbangan digital yang saling terhubung. Ekosistem ini menghubungkan sensor penimbangan, pengelolaan data terpusat, sistem jaminan keandalan, jaringan komunikasi, kecerdasan buatan, hingga analisis data dalam satu platform yang menyatu. Lewat pendekatan ini, WIM tidak sekadar menghasilkan angka berat, tetapi juga memberikan gambaran kondisi operasional secara langsung, akurat, dan terukur untuk membantu pimpinan mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat. Langkah ini menjadi bukti kesungguhan BIB membangun operasional pertambangan yang makin cerdas, andal, dan mengutamakan keunggulan kinerja.

 

PT Borneo Indobara terus mendorong inovasi lewat penyempurnaan Weigh In Motion Digital System yang meningkatkan kualitas sensor, infrastruktur penimbangan, serta sistem kerja yang terintegrasi dan berjalan bersamaan. Salah satu inovasi utama adalah pemakaian WIM Set, gabungan teknologi timbang cepat dan lambat dalam satu susunan kerja. Penerapan ini merupakan yang pertama di Indonesia dan dirancang agar sistem lebih andal, presisi, serta menjaga kelancaran operasi lewat susunan banyak jalur yang saling mendukung. Keandalan ini sudah terbukti lewat perolehan sertifikasi BSML yang menyatakan sistem memenuhi standar metrologi dan siap mendukung kegiatan pertambangan berskala besar.

 

Lebih dari sekadar kemajuan teknologi, Weigh In Motion Digital System mencerminkan komitmen BIB menetapkan standar baru pengelolaan pertambangan berbasis digital. Teknologi dikembangkan bukan hanya untuk ketepatan timbang, tetapi juga memperkuat keselamatan kerja, efisiensi proses, kebenaran data, serta keberlanjutan usaha. Lewat langkah ini, BIB makin memperkokoh posisinya sebagai perusahaan yang menghadirkan inovasi digital dengan manfaat nyata bagi industri pertambangan Indonesia.

 

WIM Digital Hub yang diresmikan 23 Juli 2026 menjadi pusat pengelolaan data dan teknologi dari seluruh ekosistem tersebut. Fasilitas ini dibangun untuk mendukung operasional selama 24 jam setiap hari, dengan perangkat lebih mutakhir dan penyimpanan data yang aman guna menjaga kerahasiaan informasi transaksi penting. Selain berfungsi sebagai pusat kendali, WIM Digital Hub juga dikembangkan sebagai sarana edukasi dan berbagi pengetahuan. Lewat jalur pandangan di jembatan penghubung, pengunjung diajak menelusuri perjalanan panjang perkembangan teknologi penimbangan di BIB lewat paparan informasi, alat lama, serta catatan tahapan penerapan. Cara ini memberikan gambaran utuh mengenai evolusi Weigh In Motion sekaligus perjalanan transformasi digital perusahaan dari masa ke masa.

 

Dalam sambutannya, Bonifasius selaku CEO PT Golden Energy Mines Tbk menyatakan digitalisasi menjadi salah satu fondasi utama untuk membangun daya saing perusahaan di masa depan. “Peresmian WIM Digital Hub menjadi bukti nyata komitmen GEMS Group menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Kami yakin transformasi digital bukan sekadar memakai alat baru, melainkan membangun cara kerja baru yang lebih aman, efisien, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pihak,” ujarnya.

 

Sementara itu, R. Utoro selaku COO PT Borneo Indobara menegaskan keberhasilan penerapan WIM berkat kerja sama seluruh bagian yang berjalan konsisten selama bertahun-tahun. “Transformasi ini perjalanan panjang yang melibatkan sinergi antar bagian operasional, teknik, dan teknologi digital. WIM telah mengubah proses penimbangan menjadi lebih cepat, andal, dan terhubung sehingga mampu mendukung pertumbuhan perusahaan,” ucapnya.

 

Pada kesempatan sama, Dimas “Omdim” Sutejo selaku CDTO PT Golden Energy Mines Tbk menekankan teknologi baru hanya bermanfaat jika mampu menyelesaikan masalah secara nyata. “WIM menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama antara teknologi dan lapangan melahirkan solusi yang berdampak langsung pada bisnis. Gabungan sensor, kecerdasan buatan, sistem transaksi, dan analisis data menjadikan WIM bukan sekadar alat timbang, melainkan wadah pendukung keputusan berbasis data secara langsung,” jelasnya.

 

Peresmian WIM Digital Hub bukan akhir perjalanan, melainkan awal tahapan baru pengembangan teknologi digital perusahaan. Ke depannya, BIB akan terus mengembangkan inovasi berbasis kecerdasan buatan, analisis data, sistem otomatis, serta sarana digital lain untuk mendukung operasional pertambangan yang makin modern, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan semangat perbaikan terus-menerus dan kerja sama lintas bagian, PT Borneo Indobara berjanji terus menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan transformasi digital industri pertambangan Indonesia. Bagi BIB, transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi, melainkan membangun cara kerja baru yang lebih cerdas, lebih aman, dan lebih bernilai bagi masa depan industri.

 

 

 

 

Pos terkait