Meneladani Jejak Dakwah KH Imansyah Amir, Ribuan Jemaah Hadiri Haul Ke-4 di Tambarangan

Teks foto Bupati Tapin H Yamani hadiri Haul ke 4 Haul ke-4 almarhum KH Imansyah Amir, Lc bin Amir Hasan berlangsung Ponpes Assuniyah Tambarangan Kabupaten Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Ponpes Assunniyyah Kabupaten Tapin untuk mengikuti Haul ke-4 KH Imansyah Amir

Rantau, kalselpos.com – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Assunniyyah Tambarangan, Kabupaten Tapin, Rabu (15/7/2026), untuk mengikuti Haul ke-4 almaghfurlah KH Imansyah Amir, Lc bin Amir Hasan.

Bacaan Lainnya

 

Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti rangkaian acara yang menjadi momentum mengenang sekaligus meneladani perjuangan seorang ulama dalam membina umat dan menegakkan syiar Islam.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tapin H Yamani, Tuan Guru KH Ahmad Barmawi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapin, para alim ulama, habaib, tokoh agama, serta keluarga besar almarhum.

 

Bupati H Yamani dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul merupakan tradisi mulia yang tidak hanya menjadi sarana mendoakan para ulama yang telah wafat, tetapi juga kesempatan untuk mengambil pelajaran dari keteladanan hidup dan perjuangan mereka.

 

Menurut Yamani, KH Imansyah Amir adalah sosok ulama yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk dakwah, pendidikan Islam, dan pembinaan umat. Melalui majelis ilmu yang beliau bangun, lahir banyak santri yang kini melanjutkan estafet perjuangan dalam menyebarkan ajaran Islam.

 

“Almarhum adalah ulama yang istiqamah dalam mengajarkan ilmu agama dan membimbing umat. Keteladanan, akhlak mulia, serta pengabdiannya menjadi warisan berharga yang terus dirasakan manfaatnya hingga hari ini,” ujarnya.

 

Yamani menuturkan, selain dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Assunniyyah Tambarangan, almarhum juga aktif berkhidmat sebagai Penasehat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapin dan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tapin.

 

Kiprahnya menjadikan beliau salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam penguatan kehidupan keagamaan di daerah.

 

Menurut dia, warisan terbesar seorang ulama bukan hanya bangunan fisik atau lembaga pendidikan yang ditinggalkan, melainkan nilai-nilai keislaman yang tertanam dalam diri para santri dan masyarakat.

 

“Keikhlasan, kesederhanaan, kesabaran, serta istiqamah dalam berdakwah adalah pelajaran berharga yang diwariskan almarhum. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diamalkan oleh generasi penerus,” katanya.

 

Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan haul sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat hubungan antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan akhlak, moral, dan spiritual masyarakat.

 

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tapin, saya menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih atas seluruh jasa serta pengabdian almarhum. Semoga segala amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya,” ucap Yamani.

 

Rangkaian haul diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, doa bersama, serta tausiyah keagamaan yang mengingatkan pentingnya melanjutkan perjuangan para ulama dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan membimbing umat menuju kehidupan yang penuh keberkahan.

 

Bagi masyarakat Tapin, sosok KH Imansyah Amir tidak hanya dikenang sebagai seorang pendidik dan pengasuh pesantren, tetapi juga sebagai figur yang menghadirkan kesejukan dalam berdakwah serta menjadi teladan dalam pengamalan nilai-nilai Islam.

 

Melalui haul ini, semangat dakwah dan perjuangan beliau diharapkan terus hidup di hati umat dan menjadi cahaya bagi generasi yang akan datang.

 

 

 

Pos terkait