Jangan Pangkas Anggaran Pertanian, Ketahanan Pangan Kalsel bisa Terancam

Teks Foto []istimewa LAHAN PERTANIAN - Salah satu lahan pertanian di Kalsel.(kalselpos.com)

Anggota DPRD Kalsel Firman Yusi memperingatkan ancaman kelangkaan dan inflasi pangan akibat pemotongan drastis anggaran pertanian.

Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Firman Yusi, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak memangkas anggaran sektor pertanian secara signifikan dalam APBD 2027. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi melemahkan ketahanan pangan daerah dan memicu kenaikan harga bahan pangan.

Bacaan Lainnya

Firman mengungkapkan, pagu sementara anggaran pertanian tahun 2027 hanya sekitar Rp62 miliar, turun hampir 50 persen dibandingkan alokasi tahun 2026 sebesar Rp128,3 miliar. Kondisi itu dinilai menjadi ancaman bagi keberlanjutan program swasembada pangan yang telah dicapai Kalimantan Selatan.

 

Ia menjelaskan, dari total anggaran tersebut sekitar Rp50 miliar akan terserap untuk belanja pegawai, sehingga dana yang tersedia untuk program pertanian hanya sekitar Rp10 miliar. Menurutnya, jumlah itu tidak cukup untuk mendukung peningkatan masa tanam, pembangunan jalan usaha tani, maupun perbaikan jaringan irigasi.

Firman menilai penurunan produksi pangan akibat minimnya dukungan anggaran dapat memicu inflasi karena pasokan berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi.

 

Karena itu, ia meminta pemerintah menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas APBD 2027. Firman juga mendorong tambahan pendapatan daerah yang tengah dikaji Badan Anggaran DPRD diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian demi menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Pos terkait