Pemko Banjarmasin mengucurkan bonus Rp679 juta bagi kafilah MTQ tingkat provinsi 2026 sebagai motivasi pembinaan qari dan qariah daerah.
BANJARMASIN, Kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarmasin menunjukkan apresiasi tinggi kepada para kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang telah mengharumkan nama daerah di ajang MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, di Kabupaten Barito Kuala tahun 2026.
Sebanyak Rp679 juta digelontorkan sebagai bonus bagi seluruh peserta, termasuk mereka yang belum berhasil meraih juara.
Penyerahan bonus dilakukan dalam acara pembubaran Kafilah MTQ Kota Banjarmasin usai mengikuti kompetisi tingkat provinsi.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Banjarmasin, Juli Khair, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota dalam memberikan motivasi kepada para qari, qariah, hafiz, dan hafizah.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan pembubaran kafilah MTQ Kota Banjarmasin sekaligus menyerahkan bonus kepada seluruh peserta dengan total sebesar Rp679 juta yang bersumber dari Pemerintah Kota Banjarmasin,” ujar Juli Khair, Rabu (15/7/26).
Dari 64 peserta yang dikirim ke MTQ Provinsi, 54 peserta berhasil menorehkan prestasi di berbagai cabang perlombaan.
Adapun rincian bonus yang diberikan meliputi Rp15 juta bagi peraih Terbaik I, Rp12 juta untuk Terbaik II, dan Rp10 juta bagi Terbaik III. Sementara peserta yang meraih Harapan I menerima Rp6 juta, Harapan II Rp5 juta, dan Harapan III Rp4 juta. Bonus juga diberikan kepada kategori grup, termasuk Terbaik III Grup sebesar Rp25 juta dan Harapan II Grup sebesar Rp12,5 juta.
Tak hanya itu, 10 peserta yang belum berhasil meraih juara tetap menerima penghargaan masing-masing sebesar Rp2 juta sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka membawa nama Kota Banjarmasin.
“Semua peserta mendapatkan bonus. Ini bentuk penghargaan pemerintah atas dedikasi mereka,” kata Juli.
Meski berhasil meraih banyak prestasi, Pemko Banjarmasin tidak ingin cepat berpuas diri. Juli menegaskan target mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tetap menjadi fokus pembinaan ke depan.
“Kita selalu optimistis dan setiap tahun menargetkan menjadi juara umum. Mudah-mudahan dengan dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin kita bisa kembali mempertahankannya tahun depan,” ucapnya.
Untuk menjaga regenerasi, Pemko juga terus mendorong pembinaan Al-Qur’an sejak usia dini melalui Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang tersebar di Kota Banjarmasin.
Menurut Juli, pembinaan berkelanjutan sangat penting agar tidak terjadi kekosongan generasi penerus qari, qariah, hafiz, dan hafizah.
“Kami berharap seluruh unit TKA dan TPA terus mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an sehingga regenerasi tetap berjalan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan Kota Banjarmasin saat ini justru memiliki stok qari dan qariah yang melimpah. Tercatat sekitar 200 hingga 300 qari dan qariah berada di bawah pembinaan, bahkan banyak di antaranya diminta memperkuat kafilah kabupaten dan kota lain.
“Karena kuota peserta yang mewakili Kota Banjarmasin hanya sekitar 54 orang, sementara qari dan qariah kita lebih dari 200 orang. Akhirnya banyak yang memperkuat daerah lain, terutama mereka yang belum menjadi juara pertama di seleksi kota,” pungkasnya.





