Martapura,Kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Banjar memanfaatkan momentum Hari Kesadaran Nasional untuk melakukan evaluasi capaian pembangunan dan kinerja perangkat daerah menjelang berakhirnya semester pertama Tahun Anggaran 2026.
Apel yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Rabu (17/6/2026) pagi itu dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, yang membacakan amanat Bupati Banjar, H Saidi Mansyur.
Dalam sambutannya, Yudi menegaskan bahwa Juni menjadi waktu yang tepat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melakukan refleksi sekaligus percepatan pelaksanaan program kerja yang masih berjalan.
Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar, realisasi pendapatan daerah hingga pertengahan tahun tercatat mencapai Rp1,014 triliun atau sekitar 44,33 persen dari target yang telah ditetapkan.
Sementara realisasi belanja daerah berada di angka Rp947,89 miliar atau 34,06 persen.
Menurut Yudi, capaian tersebut menunjukkan masih terdapat sejumlah target yang harus dikejar pada sisa tahun anggaran.
“Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar target pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Perhatian khusus diberikan pada realisasi belanja modal yang baru mencapai Rp65,47 miliar atau sekitar 13,95 persen.
Ia menilai angka tersebut masih jauh dari harapan sehingga diperlukan langkah percepatan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Yudi menjelaskan, belanja modal memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Mulai dari pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan hingga sarana pendukung sektor pertanian.
Untuk itu, seluruh SKPD diminta mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, memaksimalkan penggunaan E-Katalog Lokal guna mendukung pelaku UMKM daerah, serta memperkuat pengawasan dan administrasi pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, kepala SKPD juga diminta lebih aktif memantau progres fisik proyek di lapangan dan segera mengambil langkah apabila ditemukan pekerjaan yang berpotensi mengalami keterlambatan.
Pada kesempatan tersebut, Yudi turut memberikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Banjar atas keberhasilan program pelatihan kerja yang berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.
Hingga Juni 2026, Disnakertrans telah menyelenggarakan 10 jenis pelatihan, termasuk pelatihan satuan pengamanan (satpam), operator alat berat dan tata boga. Berdasarkan hasil pemantauan, hampir 90 persen peserta pelatihan satpam telah memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa program pelatihan yang dijalankan benar-benar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran,” kata Yudi.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Banjar juga terus memperkuat perlindungan sosial bagi para pekerja. Sementara itu, penerimaan daerah dari retribusi penggunaan tenaga kerja asing tercatat mencapai Rp1,88 miliar atau 212,61 persen dari target yang ditetapkan.
Menutup amanatnya, Yudi mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Banjar untuk terus meningkatkan disiplin, etos kerja dan produktivitas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya pola kerja yang lebih cepat, efektif dan berorientasi pada hasil guna menjawab tantangan pembangunan yang semakin dinamis.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





