Kandangan, kalselpos.com– Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) salah satu daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel), yang menjadi kawasan Program Prioritas Nasional Kawasan Swasembada Pangan Energi dan Air Nasional (KSPEAN).
“Kalsel menjadi satu dari empat provinsi yang masuk dalam kawasan KSPEAN dan HSS masuk enam kawasan swasembada pangan unggulan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, Senin (15/6/2026), disela kunjungan Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia (RI), Hanif Faisol Nurofiq, di kawasan pertanian, di Desa Batang Kulur Tengah, Kecamatan Sungai Raya.
Saat ini, kata dia, Kabupaten HSS memiliki sekitar 35 ribu hektare lahan persawahan, dan terdata hingga bulan Mei 2026 realisasi luas tanam telah mencapai 19.605 hektare.
“Tantangan utama adalah meningkatkan cakupan luas tanam, agar potensi lahan pertanian yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Bupati HSS, Syafrudin Noor, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan produktivitas pertanian mendukung program swasembada pangan nasional.
Menurut bupati, dengan luas lahan sekitar 35 ribu hektare, HSS memiliki peluang melakukan dua kali masa panen dalam setahun.
Saat ini, kata bupati, produktivitas padi tersebut masih berada di kisaran 4,7 ton per hektare, dan ditargetkan bisa mencapai 9,6 ton per hektare atau dua kali lipat dari sebelumnya.
“Kami tidak hanya fokus menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan hasil produksi beras dari lahan yang sudah ada,” ujar Bupati Syafrudin.
Sementara itu, Wamenko Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, Kalsel miliki potensi besar meningkatkan produksi pangan nasional, yang memiliki hampir 300 ribu hektare lahan persawahan dengan produksi sekitar 1,1 juta ton gabah.
“Dengan luasan tersebut, Kalsel memiliki tantangan dan peluang bersama untuk terus ditingkatkan,” ujarnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





