Nelayan di Kalsel masih ada gunakan alat setrum dan potas

Ilustrasi penangkapan ikan dengan alat setrum.(ist)Anas Aliandokalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Menangkap ikan dengan menggunakan setrum dan potas masih terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Lemahnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian ikan adalah salahsatu penyebab penyetruman ikan masih saja terjadi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono kepada kalselpos.com mengungkapkan, masyarakat yang menangkap ikan menggunakan alat setrum dan potas jumlahnya sudah jauh menurun jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Kita terus lakukan edukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang akibat yang ditimbulkannya  dari menangkap ikan menggunakan setrum dan potas,” ujarnya belum lama tadi.

Selain terus melakukan edukasi dan himbauan, jelas Rusdi, pihaknya bekerjasama dengan aparat kepolisian juga terus melakukan patroli di daerah yang masih dianggap rawan praktek penyetruman ikan.

“Daerah yang masih ada masyarakatnya melakukan penyetruman ikan seperti di wilayah Kabupaten HST, HSU dan HSS,” ungkapnya.

Rusdi menambahkan, untuk menimbulkan efek jera, pihaknya bersama aparat terkait sudah beberapa kali melakukan tindakan tegas kepada pelaku penyetrum ikan.

“Ada beberapa kasus yang kita bawa ke pengadilan dan pelakunya dihukum. Artinya kita tidak main-main,” tegasnya.

Sedangkan menangkap ikan dengan menggunakan potas atau racun, ungkap Rusdi, masih juga terjadi khususnya di daerah pesisir.

“Masih ada nelayan yang menangkap ikan terutama udang dengan potas atau racun. Kita terus lakukan patroli dan himbauan agar hal tersebut jangan lagi dilakukan,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait