13 Moge HOG diamankan Polisi, kasus pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi

Anggota Kodim 0304/ Agam saat menunjukan 13 unit Moge HOG yang diamankan di Polresta Bukittinggi.(Istimewa)

kalselpos.com – Pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dua orang anggota TNI Kodim 0304/Agam yang terjadi di Jalanan Simpang Tarok, Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar) oleh rombongan motor gede (Moge) Harley Davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia, pada Jumat sekitar pukul 16.40 WIB, sempat viral di media sosial.

Dari informasi yang dihimpun kalselpos.com menyebutkan yang menjadi korban adalah Serda Mistari mengalami luka bibir pecah, kepala bengkak bengkak akibat dipukuli dan Serda Yusuf mengalami kepala bengkak akibat dipijak, leher sakit, perut memar akibat tendangan.

Bacaan Lainnya

Setelah peristiwa itu anggota Unit Intel kodim 0304/Agam lalu mendatangi rombongan motor Harley Davidson ke Novotel Kota Bukittinggi untuk menanyakan kepada rombongan motor Harley Davidson kenapa memukul anggotanya, namun mereka bersikap arogan karena merasa mereka dilindungi oleh Letjen Jamaris Chaniago (Purnawirawan TNI) sebagai ketua Long Way Up Sumatra Island .

Sekitar pukul 17.35 WIB, Dandim 0304/ Agam,Letkol Arh Yosip Brozti Dadi SE M. Tr. (Han) tiba di Novotel didampingi Pasi Intel Kodim 0304/ Agam dan bertemu dengan Letjen Jamaris Chaniago (Purnawirawan TNI) melakukan koordinasi atas permasalahan tersebut

Pukul 18.05 WIB permasalahan dapat diselesaikan dengan cara Letjen Jamaris Chaniago (Purnawirawan TNI) sebagai ketua Long Way Up Sumatra Island meminta maaf atas kejadian tersebut.

Namun akibat kejadian tersebut, anggota Kodim 0304/Agam tidak menerima perlakuan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap dua orang anggota tersebut yang dilakukan oleh rombongan Motor Harley Davidson, sekitar pukul 20.25 WIB anggota Kodim berjumlah srkitar 50 orang mendatangi Polres Bukittinggi karena rombongan motor Harley Davidson dibawah pimpinan Letjen Jamaris Chaniago (Purnawirawan TNI) melakukan silaturahmi kepada Kapolres Bukittinggi, AKBP Dodi Prawiranegara.

Letkol Arh Yosip Brozti Dadi, Dandim 0304/Agam menerima perintah dari Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen Irwansyah untuk melaporkan secara resmi atas kejadian pemukulan terhadap 2 orang anggota Kodim 0304/Agam ke Polres Bukittinggi.

Pukul 21.45 WIB dua orang anggota Kodim 0304/ Agam melaporkan ke sentra pelayanan Kepolisian Polres Bukittinggi di Jalan Jend. Sudirman No. 23 Kota Bukittinggi, didampingi Dansub Denpom 1-4 Bukittinggi.

Sekitar pukul 23.00 WIB telah berlangsung pemeriksaan terhadap Komunitas Moge  Harley Owners Grup (HOG) yang melakukan penganiayaan terhadap dua personil TNI – AD Kodim 0304/ Agam, dari hasil pemeriksaan dapat dilaporkan pelaku penganiayaan sampai saat ini baru 2 orang, sedangkan yang lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Bukittinggi.

Hadir dan menyaksikan pemeriksaan tersebut
Dandim 0304/Agam Letkol Arh. Yosip Brozti Dadi,
Kapolres Bukittinggi AKBP Dodi Prawiranegara,
Dansupdenpom 1/4 Bukittinggi Kapten CPM. Sudirman.

Komunitas Moge HOG sekitar pukul 23.30 WIB membuat video permohonan maaf kepada seluruh Anggota TNI terkhusus angota Kodim 0304/Agam dan masyarakat Kota Bukittinggi (dokumen terlampir) serta dilakukan penahanan kendaraan Harley Davidson milik Komunitas Moge HOG sebanyak 13 unit oleh Kapolres Bukittinggi.

Serda Mistari dan Serda Yusuf sekitar pukul 23.35 dibawa ke Rumah sakit Stroke Nasional Bukittinggi untuk melakukan pemeriksaan dan fisum. Setelah melakukan pemeriksaan Serda Mistari dan Serda Yusuf dibawa ke rumah sakit Tentara Tingkat 4 Kota Bukittinggi untuk dilakukan rawat inap di ruang Pav B.

Hari Sabtu 31 Oktober 2020 sekitar pukul 03.08 WIB 2 orang pelaku pemukulan anggota TNI dimasukkan kedalam sel tahanan Polres Bukittinggi di saksikan oleh Dandim 0304/ Agam Letkol Arh. Yosip Brozti. Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

Disebutkan, kedua tersangka itu adalah, B remaja berusia 18 tahun berstatus pelajar di Bandung dan MS pemuda berusia 49 tahun berstatus wiraswasta di Padang.

“Selain dua anggota klub motor gede yang kita amankan, juga ada 13 motor Harley Davidson dan sebuah motor NMax sudah diamankan di Mapolres,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri kepasa media Sabtu (31/10/2020).

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Dari berbagai sumber
Editor: Bambang CE

Pos terkait