19 Dosen Unhas reaktif Covid-19

ilustrasi

kalselpos.com – Rapid test massal yang dilakukan terhadap dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, 19 dosen reaktif Covid-19, satu di antaranya Profesor Ahli Epidemiologi.

Hasil rapid test massal yang digelar tiga hari dari Rabu-Jumat (8-10/7/2020) kemarin itu secara terbuka diumumkan sendiri oleh profesor tersebut melalui akun Facebooknya.

Bacaan Lainnya

Diakun Facebooknya itu profesor ini menuliskan hasil rapid test terhadap dirinya reaktif, menunggu hasil PCR. “Mohon doanya. Saya baik-baik saja dan isolasi mandiri. Saya OTG. Ketat protokol,” tulis Prof Ridwan yang akhirnya banjir komentar.

Direktur Komunikasi Unhas, Ir Suharman Hamzah PhD mengatakan, rapid test ini merupakan wujud konsistensi Unhas untuk menjadi bagian dari solusi.  

“Hal ini juga merupakan pesan Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu yang selalu dikemukakan pada setiap kesempatan,” terang Suharman.

Diakuinya, bahwa jika melakukan rapid test, ada potensi ditemukan hasil reaktif, dan positif. Ini tentu mempunyai risiko bagi reputasi lembaga. Tapi ditegaskanya, bagi Unhas yang paling penting adalah melakukan penapisan, mencari yang terpapar agar dapat dipisahkan dan disembuhkan.

“Sambil kita mengambil langkah-langkah pencegahan lanjutan,” cetus Suharman.

Sementara, Sekretaris Unhas, Prof Nasaruddin Salam mengatakan, kegiatan rapid test ini merupakan bagian dari upaya menjadikan kampus Unhas sebagai kawasan bersih dari Covid-19.

“Setelah sebelumnya kita menggelar rapid test massal yang diikuti oleh dua ribuan tenaga kependidikan, kali ini dilanjutkan dengan rapid test untuk dosen,” kata Prof. Nasaruddin.

Selama tiga hari kegiatan rapid test, seribu lebih dosen ikut berpartisipasi. Sebagian dosen tidak dapat hadir karena beberapa alasan.

“Hingga akhir pelaksanaan, masih ada beberapa dosen yang datang dan meminta untuk rapid. Namun karena waktu yang terbatas, maka tim rapid test dari Rumah Sakit Daya yang telah bertugas selama tiga hari tidak dapat lagi melayani,” ungkap Nasaruddin.

Kemudian, Kasubdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Ishaq Rahman menyebutkan,
dari hasil rapid test untuk dosen Unhas, sebanyak 19 orang ditemukan reaktif.  

Pada hari pertama, sebanyak 8 orang reaktif. Mereka berasal dari FISIP 4 orang, Fakultas Ilmu Budaya 2 orang, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum masing-masing 1 orang.

Hari kedua, sebanyak enam orang reaktif. Mereka berasal dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan 2 orang, serta Fakultas Hukum, Fakultas Keperawatan, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi masing-masing 1 orang.

Hari ketiga sebanyak lima orang reaktif. Berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat 3 orang, dan Fakultas Teknik 2 orang.

“Dosen-dosen yang menunjukkan hasil rapid test reaktif selanjutnya melakukan pengambilan sampel swab di lokasi rapid test, GOR Unhas Tamalanrea. Mereka melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil test PCR,” kata Ishaq Rahman.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Editor: Bambang CE
Sumber: Net/ *