Dinkes Banjarmasin perkuat Sinergi Cegah Penyakit Menular dan PTM

Teks foto: Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar rapat koordinasi, advokasi, dan sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Hotel Rattan Inn Banjarmasin.(kalselpos.com)

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengalokasikan anggaran Rp800 juta pada 2027 untuk menekan kasus hipertensi dan memperkuat program P2P.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui rapat koordinasi, advokasi, dan sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Hotel Rattan Inn, Rabu (4/11/2026).

Bacaan Lainnya

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu dibuka Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR dan diikuti camat, kepala puskesmas, serta organisasi perangkat daerah terkait.

 

Wali Kota Yamin menegaskan sektor kesehatan menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, kasus hipertensi di Banjarmasin masih menjadi perhatian sehingga pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp800 juta pada 2027 untuk mendukung upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

 

“Kasus hipertensi masih cukup tinggi. Karena itu sosialisasi dan langkah pencegahan harus lebih masif agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

 

Yamin juga meminta seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral agar program kesehatan berjalan efektif.

 

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin Yanuar Diansyah mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui optimalisasi Standar Pelayanan Minimal (SPM), sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyusun langkah penanganan penyakit sesuai kondisi masyarakat.

 

Pada kesempatan tersebut, Dinkes juga memberikan penghargaan kepada puskesmas dengan capaian SPM terbaik hingga Triwulan III 2026, yakni Puskesmas Pemurus Baru (Hipertensi), Sungai Andai (Diabetes Mellitus), 9 Nopember (Usia Produktif), Alalak Selatan (ODGJ), Sungai Bilu (TBC), dan Terminal (HIV).

 

 

Pos terkait