Bupati Tapin H. Yamani melantik 49 ASN, termasuk merotasi dan mempromosikan 39 kepala sekolah untuk mendongkrak mutu pendidikan daerah.
Rantau, kalselpos.com – Bupati Tapin H Yamani merotasi 30 kepala sekolah dan mempromosikan sembilan guru untuk menduduki jabatan kepala sekolah. Perubahan penugasan itu menjadi bagian dari pelantikan 49 aparatur sipil negara (ASN) di Aula Tamasa, Kantor Bupati Tapin, Rabu, (4/11/2026)
Selain 39 guru yang mendapat penugasan sebagai kepala sekolah, terdapat 10 ASN yang diangkat dalam jabatan fungsional di sejumlah perangkat daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tapin GT Ridha Jaya Wardana mengatakan, dari 39 guru yang mendapat penugasan sebagai kepala sekolah, sebanyak 30 orang guru yang mendapat promosi untuk pertama kalinya sebagai kepala sekolah sementara 9 orang merupakan kepala sekolah yang di rotasi ke satuan pendidikanlain di Kabupaten Tapin.
Sementara itu, 10 pejabat fungsional terdiri atas empat orang dari BPBD, empat orang dari sektor kesehatan, satu orang dari unsur guru, dan satu orang dari Inspektorat.
Bupati Tapin H Yamani meminta para pejabat yang baru dilantik membuktikan kepercayaan tersebut melalui peningkatan kinerja. Menurut dia, pergantian dan pengisian jabatan bukan sekadar perubahan kedudukan, melainkan tanggung jawab untuk memperbaiki pelayanan pemerintah.
Perhatian khusus diarahkan kepada para kepala sekolah. Yamani meminta mereka tidak hanya berkutat pada urusan administrasi, tetapi juga mengambil peran dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kepala sekolah harus mampu mengerahkan seluruh potensi sekolah, membangun lingkungan pendidikan yang kondusif, serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi peserta didik,” kata Yamani.
Ia menilai kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap perkembangan lingkungan pendidikan. Karena itu, kepala sekolah dituntut menjadi penggerak bagi guru dan tenaga kependidikan, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensinya.
Kepada pejabat fungsional, Yamani meminta peningkatan kompetensi dan profesionalisme sesuai bidang masing-masing. Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar tidak menjadikan pekerjaan sebatas rutinitas.
Penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, menurut Yamani, harus tercermin dalam hasil kerja dan manfaat pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya bekerja sebagai rutinitas. Bangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Penataan jabatan ini berlangsung di tengah kebutuhan pemerintah daerah memperkuat kualitas aparatur dan pelayanan publik. Di sektor pendidikan, rotasi dan promosi kepala sekolah diharapkan mendorong pengelolaan satuan pendidikan yang lebih efektif.
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapin H Juanda, Sekretaris Daerah Unda Absori, staf khusus dan tenaga ahli bupati, para asisten, kepala satuan organisasi perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Tapin.





