Kursi Wakil Wali Kota Banjarbaru ‘Kosong’, Nama Syamsir Rahman langsung Diperbincangkan

Teks Foto :  []istimewa FOTO BERSAMA -  Walikota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby saat berfoto bersama dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir H Syamsir Rahman MS.(kalselpos.com)

Pasca mundurnya Wartono, bursa calon Wakil Wali Kota Banjarbaru pendamping Erna Lisa Halaby mulai mencuat, merujuk nama Syamsir Rahman hingga kader PDIP.

Banjarmasin, kalselpos.com – Pengunduran diri Wartono dari jabatan Wakil Wali Kota Banjarbaru membuka babak baru dinamika pemerintahan dan politik di Kota Idaman. Di tengah proses pemberhentian yang mulai berjalan, kebutuhan akan sosok pendamping Wali Kota Erna Lisa Halaby (ELH) untuk mengisi posisi orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru pun mulai menjadi perhatian.

Bacaan Lainnya

 

Keberadaan Wakil Wali Kota dinilai memiliki peran penting dalam mendukung jalannya roda pemerintahan, terutama dalam memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), pengawasan pelaksanaan program pembangunan, serta memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

 

Dengan posisi strategis Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, keberadaan pendamping wali kota diharapkan dapat membantu mempercepat berbagai program pembangunan dan mewujudkan visi Banjarbaru Emas.

 

Sejumlah nama tokoh pun mulai diperbincangkan sebagai figur yang berpotensi mengisi jabatan tersebut. Salah satu nama yang mencuat adalah Ir H Syamsir Rahman MS, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan.

 

Syamsir dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan. Selain pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ia juga pernah dipercaya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin dan Pj Bupati Tanah Laut.

 

Pengalaman birokrasi tersebut menjadi salah satu alasan namanya mulai diperhitungkan dalam pembicaraan mengenai figur yang berpotensi mendampingi Wali Kota Banjarbaru.

 

Tak hanya pengalaman pemerintahan, Syamsir juga dikenal memiliki komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur legislatif, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat.

 

Kedekatannya dengan kalangan petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di pemerintahan. Respons cepat terhadap berbagai persoalan masyarakat, khususnya sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi, menjadi pengalaman yang melekat dalam kiprahnya selama ini.

 

Apabila nantinya mendapatkan kepercayaan dan memenuhi seluruh mekanisme yang berlaku, Syamsir Rahman dinilai dapat menjadi salah satu figur yang turut dipertimbangkan untuk mendampingi Wali Kota Erna Lisa Halaby.

 

Namun demikian, pengisian jabatan Wakil Wali Kota Banjarbaru tentu tidak dapat dilakukan secara sepihak. Prosesnya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk mekanisme melalui DPRD serta kesepakatan partai-partai politik pengusung pasangan Lisa-Wartono.

 

PDIP Siapkan Kader, Delapan Partai Punya Kesempatan

 

Di sisi lain, PDI Perjuangan sebagai salah satu partai pengusung pasangan Lisa-Wartono telah mulai membahas tindak lanjut pengunduran diri Wartono.

 

Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, Windi Novianto, mengungkapkan, pengunduran diri Wartono sebenarnya telah diajukan sejak 13 Agustus 2026.

 

Sebelum diproses lebih lanjut, Wali Kota Banjarbaru terlebih dahulu meminta Wartono menjalani pemeriksaan kesehatan pada September 2026. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam proses pengunduran dirinya.

 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut dinyatakan Pak Wartono tidak perform lagi untuk menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota,” ujar Windi setelah pengumuman usul pemberhentian Wakil Wali Kota Banjarbaru di Gedung DPRD, Selasa (3/11/2026).

 

Setelah hasil pemeriksaan diterima, Wali Kota menyetujui permohonan pengunduran diri tersebut. Selanjutnya, usulan pemberhentian Wartono disampaikan kepada DPRD Banjarbaru untuk diproses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

 

Windi juga menyampaikan bahwa DPC PDIP Banjarbaru telah berkomunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait langkah selanjutnya, termasuk menyiapkan kader yang berpotensi untuk mengisi posisi Wakil Wali Kota.

 

Meski demikian, proses penentuan calon pengganti tidak hanya menjadi kewenangan satu partai. Sebab, terdapat delapan partai politik yang sebelumnya mengusung pasangan Lisa-Wartono dan seluruhnya memiliki peluang untuk mengajukan figur yang dianggap memenuhi kriteria.

 

Bahkan, peluang tersebut tidak tertutup bagi tokoh dari luar partai politik, sepanjang mendapatkan kesepakatan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

 

“Baik yang di dalam maupun di luar, sudah mumpuni dan siap ditugaskan jika ada perintah dari DPP,” tegas Windi.

 

Dengan mulai bergulirnya pembahasan mengenai pengisian jabatan tersebut, sejumlah figur dengan latar belakang dan pengalaman berbeda berpotensi masuk dalam pertimbangan politik.

 

Bagi masyarakat Banjarbaru, yang terpenting adalah hadirnya sosok Wakil Wali Kota yang dapat bekerja bersama Wali Kota, memperkuat koordinasi pemerintahan, mengawal pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Siapa pun figur yang nantinya mendapat kepercayaan melalui mekanisme DPRD dan kesepakatan partai pengusung, harapannya posisi Wakil Wali Kota dapat segera terisi sehingga Wali Kota Erna Lisa Halaby memiliki pendamping dalam menjalankan roda pemerintahan.

 

Dengan demikian, agenda pembangunan dan cita-cita mewujudkan Banjarbaru Emas sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan dapat terus berjalan, dengan pelayanan publik yang semakin baik bagi seluruh masyarakat.

 

 

Pos terkait