Rumah Hangus Dilalap Api, BPBD Banjar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Tabuk

Teks Foto:  Suasana pembagian sembako kepada korban kebakaran yang diberikan oleh BPBD Kabupaten Banjar.(ist)(kalselpos.com)

BPBD Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran rumah di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk.

Martapura, Kalselpos.com – Duka menyelimuti keluarga Muhammad Indra Puri dan Nur Madina setelah rumah mereka di Jalan Pematang Panjang, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, hangus terbakar pada Rabu (28/10/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak menyalurkan bantuan logistik kebutuhan dasar kepada keluarga korban pada hari yang sama.

 

Bantuan diserahkan oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Banjar dan diterima langsung oleh Nur Madina di sekitar lokasi rumahnya yang terbakar. Penyerahan tersebut turut disaksikan Pambakal Desa Pematang Panjang, Ahmadi.

 

Kondisi rumah yang terbakar tampak memprihatinkan. Bangunan tersebut luluh lantak akibat kebakaran dan hanya menyisakan sebagian kecil lantai di bagian teras.

 

Nur Madina menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah untuk membantu keluarganya menghadapi masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal.

 

“Terima kasih atas bantuannya,” ucapnya.

 

Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Banjar, Yanrinaldo Bahcdie, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang mengalami musibah. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat serta membantu meringankan beban keluarga korban.

 

“Semoga bermanfaat, dan yang terkena musibah bisa sabar dan tabah,” tuturnya.

 

Selain menyalurkan bantuan, BPBD Banjar juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, sehingga penggunaan api perlu mendapat perhatian lebih.

 

Yanrinaldo mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan membangun kepedulian bersama demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

“Sama-sama kita mengingatkan satu sama lainnya, agar kejadian merugikan seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

 

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.00 Wita itu menghanguskan rumah pasangan Muhammad Indra Puri dan Nur Madina, yang dihuni oleh enam jiwa. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.

 

Melalui penyaluran bantuan logistik ini, diharapkan kebutuhan dasar keluarga terdampak dapat terbantu dan mereka memperoleh dukungan untuk melewati masa pemulihan pascakebakaran.

 

 

Pos terkait