Dinas PUPR Banjarmasin meriview desain Jembatan Saka Harang di Mantuil yang ambruk. Pembangunan jembatan permanen diestimasi menelan Rp10–15 miliar.
BANJARMASIN, Kalselpos.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin mulai menyiapkan langkah untuk membangun kembali Jembatan Saka Harang di Jalan Mantuil, Banjarmasin Selatan, yang ambruk pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Jembatan kayu yang telah berusia lebih dari 20 tahun itu runtuh sekitar pukul 13.30 WITA. Saat kejadian, sebuah truk bermuatan batu atau material yang melintas ikut tercebur ke sungai. Insiden tersebut sempat memutus akses utama masyarakat di kawasan Mantuil Ujung, Kuin Kecil, dan Pulau Bromo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Fuad Hasan, mengatakan pihaknya merencanakan peninjauan ulang atau review desain jembatan melalui anggaran perubahan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mencari desain yang paling efektif dan efisien, sehingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan dengan kebutuhan anggaran yang lebih terkendali.
“Rencananya di perubahan ini kami laksanakan review desain untuk mencari efektivitas desain tersebut,” ujar Fuad Hasan, (19/10/26).
Ia menjelaskan, desain yang ada saat ini masih menggunakan konsep jembatan girder beton. Namun, pihaknya akan mengkaji kembali sejumlah aspek teknis, terutama panjang bentang jembatan yang dinilai membutuhkan biaya pembangunan cukup besar.
Karena itu, Dinas PUPR berupaya mencari alternatif desain terbaik tanpa mengabaikan kebutuhan konstruksi dan fungsi jembatan sebagai akses penting bagi masyarakat.
“Desainnya saat ini masih girder beton. Kami ingin mencari solusi terbaik agar lebih efisien, terutama karena bentang jembatannya cukup panjang. Jadi, kami coba efisienkan supaya anggarannya tidak terlalu besar,” jelasnya.
Terkait kebutuhan anggaran, Fuad menyebutkan pagu pembangunan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil kajian desain tersebut.
Meski demikian, ia berharap hasil review nantinya dapat menghasilkan perencanaan yang memungkinkan pembangunan jembatan permanen dengan estimasi anggaran sekitar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.
“Pagu anggarannya belum terlihat karena masih menunggu hasil review. Mudah-mudahan bisa di angka Rp10 miliar sampai Rp15 miliar agar lebih efisien,” pungkasnya.





