Wabup Banjar Habib Idrus Al Habsyi membuka Lomba Pertolongan Pertama PMR Tingkat Madya yang diikuti 78 pelajar di STIKES Intan Martapura.
Martapura, Kalselpos.com – Membekali generasi muda dengan kemampuan menghadapi situasi darurat menjadi salah satu fokus pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Banjar. Sebanyak 78 pelajar dari 13 sekolah tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengikuti Lomba Pertolongan Pertama PMR Tingkat Madya yang digelar di Kampus 1 STIKES Intan, Martapura, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI). Melalui perlombaan ini, para peserta mendapat kesempatan untuk menguji keterampilan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat kerja sama dalam memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, yang membuka kegiatan tersebut, menilai kemampuan pertolongan pertama penting dikuasai generasi muda. Sebab, keadaan darurat medis dapat terjadi kapan saja, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun di tengah masyarakat.
Menurutnya, penanganan awal yang tepat dapat membantu korban sebelum mendapatkan tindakan dari tenaga medis profesional.
“Pertolongan pertama bukan sekadar hafalan teori di kelas atau kecepatan menangani luka, melainkan tentang ketenangan, kecepatan, serta kesiapsiagaan dalam memberikan bantuan awal sebelum tindakan medis profesional tiba,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan PMR tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kemampuan teknis peserta. Lebih dari itu, pembinaan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai kemanusiaan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan semangat saling membantu.
Habib Idrus juga mengapresiasi panitia penyelenggara serta pihak STIKES Intan yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap pembinaan PMR dapat terus berjalan sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki keterampilan dan keberanian untuk membantu sesama dalam kondisi darurat.
Kepada para peserta, ia mengingatkan agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Pengalaman mengikuti lomba, keberanian menguji kemampuan, dan persahabatan yang terjalin antarpeserta juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
“Bertandinglah secara jujur, junjung tinggi sportivitas, jaga kesehatan dan saling mendukung satu sama lainnya,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Banjar, Nova Yuliana Sari, menjelaskan bahwa lomba pertolongan pertama PMR merupakan agenda rutin tahunan. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan dan siap memberikan bantuan sesuai kemampuan ketika menghadapi situasi darurat.
Ia berharap anggota PMR semakin terampil dalam memberikan pertolongan pertama sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Banjar mendorong agar keterampilan yang diperoleh para peserta tidak berhenti sebatas perlombaan. Pengetahuan dan pengalaman yang didapat diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, PMR tidak hanya menjadi wadah pengembangan keterampilan pelajar, tetapi juga bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tanggap, disiplin, mandiri, dan memiliki semangat kemanusiaan.
Penulis : Hafidz
Editor : Wandi
Teks Foto: Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi menyampaikan sambutan saat membuka Lomba Pertolongan Pertama Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Madya di Kampus 1 STIKES Intan, Martapura, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini diikuti 78 pelajar dari 13 sekolah untuk mengasah keterampilan pertolongan pertama, meningkatkan kesiapsiagaan, serta menumbuhkan jiwa kemanusiaan sejak dini.





