Bank Kalsel menggelar program Obligasi Episode 16 menghadirkan Bayu Kuntet dan Yanwar Surya guna mengedukasi kreator konten Banjarmasin.
Banjarmasin, kalselpos.com – Bank Kalsel sukses membuka wawasan para pegiat visual dan konten kreator di wilayah Banjarmasin. Edukasi ini disalurkan melalui acara “Duduk Bersama” dalam program Obrolan Lintas Generasi (Obligasi) episode ke-16, Rabu (30/9/2026).
Acara yang dipandu oleh Cindi ini mengusung tema diskusi bersama pelaku industri lokal yang berkarier di luar Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pihak panitia menghadirkan dua narasumber ahli di bidang fotografi dan videografi yang rekam jejaknya telah diakui luas. Mereka adalah Bayu Kuntet (Content Creator Fashion) dan Yanwar Surya atau yang akrab disapa Yansu (Sony Alpha Guru).
Secara eksklusif, keduanya membagikan pengalaman, suka duka, hingga tips sukses menembus industri visual baik di kancah nasional maupun internasional.
Pada sesi pertama di sore hari, panggung diisi oleh Bayu Kuntet. Spesialis pembuat konten fesyen ini telah banyak menggarap kampanye berbagai merek (brand) hingga ke luar negeri, seperti Arab Saudi, Hong Kong, Tiongkok, Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Bayu, yang memulai perjalanannya sejak tahun 2012, menekankan pentingnya membangun citra diri (personal branding) dan konsistensi dalam berkarya. Menurutnya, seorang kreator harus berani memilih ceruk pasar yang spesifik.
“Biasakan cari market yang berbeda. Contoh misalkan kita mau sebagai fotografer atau videografer di bidang apa. Kalau saya sih sama tim itu lebih ke yang jarang dikerjakan orang,” tutur Bayu.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menolak tawaran pekerjaan yang berada di luar keahlian utama demi menjaga identitas dan personal branding di mata klien.
Menutup sesinya, Bayu memberikan motivasi besar bahwa kreator daerah memiliki kualitas dan etos kerja yang mumpuni.
“Bukan menutup kemungkinan bahwa orang Banjarmasin itu enggak bisa survive di nasional,” tambahnya.
Memasuki malam hari, antusiasme peserta berlanjut dengan kehadiran Yanwar Surya. Berstatus sebagai Sony Alpha Guru dengan spesialisasi portrait photography, Yanwar membagikan pandangannya tentang cara mempertajam insting visual tanpa harus terintimidasi oleh keterbatasan peralatan (gear).
“Sebuah gear atau apa yang kita miliki sekarang itu bukan jadi keterbatasan buat seseorang untuk berkarya,” jelas Yanwar.
Ia menceritakan bahwa memotret menggunakan kamera ponsel pintar (smartphone) sekalipun bisa menghasilkan karya maksimal. Syaratnya, sang kreator harus memiliki insting kuat, memahami komposisi, dan cermat dalam melihat pencahayaan.
Yanwar juga menyarankan para kreator untuk terus memperkaya referensi atau nutrisi visual. Menurutnya, belajar visual tidak melulu harus dari sesama fotografer.
“Belajar visual bisa dengan mengamati karya pelukis, pembuat patung, hingga memperhatikan tata cahaya (lighting) pada film-film sinematik layar lebar,” kata Yanwar.
Melalui Obligasi Episode 16 ini, Bank Kalsel berharap acara edukatif seperti “Duduk Bersama” dapat terus menjadi wadah untuk mengangkat talenta lokal yang telah berkarier di tingkat nasional. Agenda ini sekaligus membuktikan bahwa banyak talenta asal Banjarmasin yang memiliki peran penting dalam memajukan industri kreatif di Indonesia.





