Pemko Banjarmasin menyajikan lima nyiru wadai 41 macam dalam ziarah makam Sultan Suriansyah pada Harjad ke-500 Kota Banjarmasin.
BANJARMASIN, Kalselpos.com –
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan ziarah makam Sultan Suriansyah pada rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin, Kamis (24/9). Selain menjadi momentum mengenang sejarah dan jasa para pendahulu, panitia juga menyajikan kuliner tradisional berupa wadai 41 macam di Kompleks Makam Sultan Suriansyah.
Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin menyiapkan tradisi kuliner khas Banjar tersebut. Mereka menyajikan lima nyiru atau nampan berisi beragam kue tradisional Banjar untuk warga di sekitar kompleks makam.
Berbagai jenis wadai khas Banjar tersaji dalam nampan tersebut. Warga bisa menikmati wadai untuk, wadai cincin, bingka, hingga beragam kue tradisional lainnya.
Plt Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, menjelaskan tujuan penyediaan wadai 41 macam tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya menghadirkan nuansa budaya Banjar dalam momentum penting perjalanan Kota Banjarmasin.
“Kami mengikuti arahan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR untuk mengangkat budaya dan tradisi Banjar. Pada momentum ziarah makam Sultan Suriansyah ini, kami menyediakan lima nyiru yang berisi wadai 41 macam,” ujar Ahmad Zazuli seusai prosesi ziarah.
Zazuli menilai sajian wadai tradisional ini bukan sekadar pelengkap kegiatan. Kehadiran kuliner tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat yang hadir.
Ia menegaskan kuliner tradisional Banjar memiliki nilai budaya yang sangat penting. Seluruh pihak harus terus mengenalkan dan melestarikan warisan ini, terlebih saat Kota Banjarmasin memasuki usia 500 tahun.
“Kami berharap tradisi seperti ini tetap terjaga dan bisa terus turun ke generasi berikutnya. Budaya dan kuliner khas Banjar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan 500 tahun Banjarmasin,” katanya.
Kehadiran wadai 41 macam tersebut terbukti menambah suasana kekeluargaan dalam rangkaian ziarah. Setelah prosesi doa selesai, warga tampak antusias menikmati bersama aneka kue tradisional yang tersedia.
Pemerintah memang menggelar peringatan lima abad Banjarmasin secara sederhana. Namun, sajian wadai 41 macam ini sukses menghadirkan kembali kekayaan tradisi Banjar sekaligus mengenalkannya kepada generasi penerus.





