DPC PKB Kota Banjarmasin menggelar bedah buku Sosialisme Islam Tjokroaminoto dan Ali Syariati untuk menguatkan gerakan politik keberpihakan rakyat.
BANJARMASIN, Kalselpos.com – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjarmasin menggelar dialog interaktif dan bedah buku Sosialisme Islam: Pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati di Banjarmasin Selatan, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta itu membahas relevansi pemikiran kedua tokoh dalam menjawab persoalan ketimpangan sosial dan ekonomi, sekaligus menguatkan gagasan Praksis Politik Babak Baru.
Ketua DPC PKB Kota Banjarmasin, Deddy Sopyan, mengatakan agama, ekonomi, dan politik memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, sejarah pergerakan Islam di Indonesia menunjukkan perjuangan umat juga bertumpu pada kemandirian ekonomi dan keadilan sosial.
Ia mencontohkan lahirnya Sarekat Dagang Islam serta Nahdlatul Tujjar yang menjadi tonggak kebangkitan ekonomi umat. Gagasan itu kemudian diperkuat oleh H.O.S. Tjokroaminoto melalui konsep Islam dan sosialisme yang menempatkan perjuangan membela rakyat kecil sebagai bagian dari nilai tauhid. Pandangan serupa juga dikemukakan Ali Syariati yang menempatkan Islam sebagai pembela kaum tertindas.
Menurut Deddy, PKB mendorong tiga arah perjuangan, yakni melawan praktik ekonomi yang merugikan masyarakat seperti monopoli dan rente, memperjuangkan keadilan ekonomi bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang, serta memperkuat ekonomi rakyat melalui pesantren, koperasi, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), dan usaha kecil.
Ia menegaskan, konsep Sosialisme Islam yang dibahas berlandaskan nilai tauhid dan sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, sehingga berbeda dengan paham sosialisme yang menolak keberadaan Tuhan.
Deddy juga mengaitkan gagasan tersebut dengan karakter masyarakat Banjar yang memiliki tradisi berdagang. Menurutnya, nilai-nilai ekonomi kerakyatan telah lama hidup melalui aktivitas perdagangan, termasuk pasar terapung.
“Kita tidak sedang mengimpor gagasan baru, tetapi membangunkan kembali watak asli urang Banua,” ujarnya.
Diskusi menghadirkan tiga narasumber, yakni akademisi Akhsanul Rahmatullah, dosen UIN Antasari H. Amal Fathullah, dan tenaga ahli gubernur H. Sugiarto Sumas. Ketiganya mengulas pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati dari perspektif Islam, sosialisme, serta keadilan ekonomi.
Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PKB, Zainal Hakim, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi DPP PKB agar agenda bedah buku digelar serentak di berbagai daerah. Melalui forum ini, PKB berharap gagasan para tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat gerakan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.





