Pemdes dan Gapoktan Desa Sumber Rejeki Juai menggelar Kontes Kambing se-Banua Enam yang diikuti 150 ekor ternak untuk tingkatkan ekonomi warga.
Paringin, kalselpos.com–
Ratusan peternak mengikuti Kontes Kambing se-Banua Enam di Desa Sumber Rezeki, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Pemerintah Desa dan Gapoktan setempat menggelar acara ini dengan sangat meriah.
Masyarakat menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi pada acara ini. Buktinya, sebanyak 150 ekor kambing ikut bersaing dalam enam kelas kategori lomba. Kategori tersebut meliputi Balibul, Jemoko, Indukan, Jantan Poel 1-3, Jantan Poel 4 ke atas, serta Favorit Jantan Poel.
Ketua Panitia Pelaksana, M Untung, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas pemasaran kambing desa. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah silaturahmi peternak.
“Ajang ini menjadi ruang silaturahmi. Selain itu, kita bisa meningkatkan kualitas peternakan,” jelas Untung, Rabu (16/9) kemarin.
Oleh karena itu, panitia menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah. Mereka juga menyediakan berbagai doorprize menarik untuk peserta.
Selanjutnya, Untung berharap penjualan ternak pascakontes bisa meningkat signifikan. Targetnya adalah penjualan naik dari 15–20 ekor menjadi 30–50 ekor per bulan.
Pihak swasta juga memberikan dukungan penuh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Yuri Budhi Sujalmi, memuji aspek keberlanjutan kegiatan ini.
Menurut Yuri, masyarakat Sumber Rezeki sukses membuktikan eksistensi mereka. Mereka bisa beternak secara organik karena panggilan jiwa, bukan paksaan.
“Kontes ini akan membentuk ekosistem kebutuhan dan pemenuhan. Jika kebutuhan terpenuhi, artinya masyarakat sejahtera,” ungkap Yuri.
Sementara itu, Asisten 2 Setda Balangan, M Noor, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah. Pemerintah sangat mendukung kegiatan yang menggerakkan roda ekonomi desa seperti ini.
“Kita tidak hanya mencari ternak terbaik hari ini. Namun, kita juga menjadikannya sarana belajar bersama,” jelas M Noor.
Bahkan, acara ini bisa membuka potensi peternakan di Balangan. Langkah tersebut akan menjadikan “Bumi Sanggam” sebagai rujukan ternak berkualitas untuk menopang ketahanan pangan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap Dinas Peternakan menjadikan kontes ini agenda tahunan. Mereka ingin program ini memiliki anggaran rutin.
Namun, jika anggaran daerah terbatas, pemerintah akan menggandeng mitra kerja. Kolaborasi dengan PT Adaro dan Balangan Coal harus tetap berlanjut.
Melalui sinergi lintas sektor, kontes ini tidak sekadar menjadi panggung ternak. Akhirnya, acara ini akan menjadi pusat interaksi yang melahirkan titik pertumbuhan ekonomi baru.





