Polresta Banjarmasin dorong Respons Cepat Informasi peristiwa Viral

Teks Foto: []istimewa COFFEE MORNING - Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin bersama jajaran dan wartawan mengikuti kegiatan coffee morning di Aula Mathilda, Senin (7/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi dan komunikasi antara kepolisian dengan media dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.(kalselpos.com)

Polresta Banjarmasin menggelar coffee morning bersama insan pers guna memperkuat sinergi penyampaian informasi terverifikasi dan menangkal narasi liar di media sosial.

Banjarmasin, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Polresta Banjarmasin sangat memperhatikan kecepatan penyampaian informasi kepada kalangan media. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi dua arah. Polresta menilai hal tersebut sangat penting, terutama saat sebuah peristiwa berkembang cepat di media sosial.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, menegaskan pentingnya komunikasi intensif dengan jurnalis. Melalui langkah ini, masyarakat akan menerima informasi yang berbasis fakta. Alhasil, warga tidak lagi mengacu pada kabar simpang siur di media sosial.

Beliau menyampaikan arahan tersebut dalam acara coffee morning bersama wartawan. Kegiatan santai ini berlangsung di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin pada Senin (07/09/2026).

Riza menjelaskan bahwa kepolisian terus berupaya membuka informasi publik mengenai berbagai persoalan. Meski demikian, aparat tetap menyelaraskan penyampaian informasi dengan proses penanganan perkara. Mereka juga wajib mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, beliau membuka ruang diskusi bagi para jurnalis. Tujuannya adalah untuk memperbaiki pola komunikasi antara kepolisian dan media. “Kami sangat menghargai masukan dari kawan-kawan jurnalis. Kami akan menerapkannya agar sinergi kita semakin kuat,” kata Riza.

Jurnalis senior dari Surat Kabar Harian Barito Post, Arsuma, turut menghadiri pertemuan tersebut. Beliau menyoroti pentingnya rilis informasi awal dari kepolisian saat ada peristiwa viral. Menurut Arsuma, keterangan awal aparat sangat membantu wartawan dalam menyajikan berita akurat. Langkah ini juga menghindarkan media dari ketergantungan pada informasi liar di internet.

“Polresta sebaiknya lebih cepat memberikan informasi penanganan awal saat ada kasus viral. Hal ini membuat berita kami menjadi lebih akurat,” tutur Arsuma. Riza langsung menyambut baik masukan tersebut sebagai bahan evaluasi internal. Beliau berharap komunikasi ke depan berjalan lebih cepat dan terbuka. Namun, aparat tetap menjaga batasan informasi yang boleh beredar luas.

Peserta coffee morning juga membahas contoh kasus nyata, seperti tabrak lari di Jalan Belitung, Banjarmasin. Kasus ini sempat viral karena warga mengejar terduga pelaku. Akhirnya, petugas berhasil mengamankan pelaku di wilayah Kabupaten Banjar.

Terkait penanganan kasus tersebut, Riza menjelaskan pembagian kewenangan tim penyidik. Polda Kalimantan Selatan menangani dugaan tindak pidana narkotika yang berkaitan dengan kendaraan pelaku. Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin memproses kasus tabrak larinya.

Data sementara menunjukkan bahwa peristiwa tersebut memakan tiga orang korban. Satu korban berada di wilayah Banjarmasin, sedangkan dua korban lainnya berada di Kabupaten Banjar. Polresta Banjarmasin memastikan bahwa penyidik memproses perkara ini sesuai hukum yang berlaku. “Kami berterima kasih atas sinergi jurnalis yang membantu menyampaikan kinerja kepolisian kepada masyarakat,” tutup Riza.

 

 

Pos terkait