Karhutla di Sungai Tabuk Meluas 0,7 Hektare, BPBD Banjar Catat Penurunan Kasus

Teks Foto :  Petugas pemadam berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kebakaran melanda lahan kosong sekitar 0,7 hektare, Sabtu (5/9/2026).(ist)(kalselpos.com)

Tim gabungan berhasil memadamkan 0,7 hektare karhutla di Sungai Tabuk. BPBD Kabupaten Banjar mencatat tren kejadian karhutla mulai mengalami penurunan.

Martapura, Kalselpos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banjar. Kali ini, kebakaran melanda lahan kosong di Desa Gudang Tengah, kawasan Sungai Duhat, Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (5/9/2026) siang.

Bacaan Lainnya

 

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,7 hektare. Vegetasi yang terdampak terdiri dari semak belukar, pakis, purun, akasia hingga galam.

 

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Banjar, PMI, BPK Kula, BPK/PMK serta relawan langsung bergerak melakukan penanganan. Pemadaman berlangsung sejak pukul 14.37 hingga 16.04 WITA.

 

Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pembasahan pada area yang terbakar serta pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

 

Hingga penanganan selesai, penyebab munculnya api masih belum diketahui. Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

 

Di tengah ancaman karhutla yang masih terjadi, BPBD Kabupaten Banjar mencatat adanya penurunan jumlah kejadian kebakaran yang harus ditangani. Jika sebelumnya petugas bisa menghadapi delapan hingga 10 kejadian dalam sehari, kini jumlahnya turun menjadi sekitar empat kejadian per hari.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menilai penurunan tersebut menjadi indikasi bahwa penanganan karhutla mulai menunjukkan hasil.“Dalam satu hari ada sampai delapan, sepuluh kejadian, hari ini tadi ada empat kejadian. Turun dan bisa dikendalikan,” ujar Wasis.

 

Meski demikian, Wasis mengingatkan penanganan karhutla belum sepenuhnya mudah, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut.

 

Menurutnya, bara api bisa bertahan di bawah permukaan tanah meski kobaran api di atas permukaan sudah berhasil dipadamkan. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pembasahan secara menyeluruh dan tetap memantau lokasi setelah pemadaman.

 

Karena itu, upaya pencegahan dan pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan bara tidak kembali memicu kebakaran.

 

 

Pos terkait