Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat bersama Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby meninjau lokasi Karhutla dan menyiapkan sumur bor 40 meter.
Banjarbaru, Kalselpos.com –
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Liang Anggang. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Kurnia Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara pada Senin (24/8/2026). Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, turut mendampingi Menteri LH dalam peninjauan lahan pertanian milik warga yang terbakar tersebut.
Petugas menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran. Kondisi ini menghambat pasokan air untuk memaksimalkan pemadaman dan mencegah titik api menyala kembali. Oleh karena itu, Jumhur menekankan pentingnya menjaga lahan tetap basah setelah api padam melalui gotong royong masif antara masyarakat, pemerintah daerah, BNPB, TNI, dan Polri.
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan program pembangunan sejumlah sumur bor sedalam 40 meter sebagai solusi jangka panjang mengatasi kelangkaan air. Pihak kementerian menginstruksikan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk bergerak cepat mengantisipasi lonjakan penyakit ISPA di masyarakat. Petugas kesehatan wajib memberikan perlindungan medis serta pelayanan optimal bagi seluruh warga yang terdampak kepulan asap.
Di samping itu, Wali Kota Erna Lisa Halaby terus memperkuat koordinasi demi menjamin ketersediaan pasokan air bagi relawan pemadam di lapangan. Langkah antisipasi ini menjadi sangat krusial mengingat prediksi BMKG bahwa puncak musim kemarau baru akan terjadi pada September mendatang. Pemerintah daerah siap mengoptimalkan fasilitas sumur bor di kawasan Syamsudin Noor serta hidran air yang tersebar di wilayah kota.
Kemudian, strategi penguatan sarana prasarana ini bertujuan agar petugas dapat merespons setiap kejadian kebakaran dengan lebih cepat dan taktis. Menteri LH bersama Wali Kota juga menyerahkan paket bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak karhutla di Kelurahan Landasan Ulin Timur. Akhirnya, sinergi kuat antarinstansi menjadi kunci utama untuk memadamkan api sekaligus melindungi kesehatan warga secara berkelanjutan.





