Pembangunan Jembatan Jafri Zam-Zam 2 mencapai progres 30 persen dan ditargetkan rampung November 2026 usai ditinjau DPRD Banjarmasin.
BANJARMASIN, Kalselpos.com –
Pembangunan Jembatan Jafri Zam-Zam 2 yang menghubungkan Jalan Jafri Zam-Zam dengan kawasan Kompleks DPR Kota Banjarmasin menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, progres pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 30 persen atau berada lima persen di atas target awal sebesar 25 persen. Capaian tersebut menarik perhatian DPRD Kota Banjarmasin yang langsung melakukan peninjauan ke lokasi proyek bentukan Pemerintah Kota Banjarmasin ini.
Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Evaluasi dewan mencakup ketepatan waktu pelaksanaan, kualitas konstruksi, hingga manfaat nyata bagi masyarakat. Rikval mengapresiasi capaian pengerjaan yang berjalan lebih cepat dari jadwal semula. Namun, ia mengingatkan agar pihak pelaksana tidak mengesampingkan kualitas pekerjaan demi mengejar percepatan target.
Selain itu, Rikval meminta pelaksana proyek tetap memperhatikan kenyamanan masyarakat sekitar selama proses pengerjaan berlangsung. Apalagi lokasi pembangunan berdekatan dengan fasilitas ibadah berupa masjid. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan warga harus tetap berjalan baik agar tidak mengganggu aktivitas keagamaan mereka. Politisi ini berharap kontraktor mampu mempertahankan progres positif ini agar jembatan segera mendukung mobilitas masyarakat pada Desember mendatang.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, M Ridho Akbar, menyebutkan bahwa pihak pelaksana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) optimistis merampungkan proyek lebih cepat dari batas akhir kontrak pada November. Meskipun demikian, Ridho menegaskan bahwa percepatan tersebut tidak boleh mengorbankan mutu bangunan. Komisi III memberikan perhatian khusus pada pembangunan oprit atau jalan pendekat menuju jembatan. Menurutnya, perencana harus merancang oprit dengan baik agar kemiringan maupun elevasinya tidak menyulitkan pengguna jalan.
Selanjutnya, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Chandra, menyatakan bahwa pihaknya terus mengawal pelaksanaan proyek dengan prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran. Chandra memastikan tim teknis sudah memperhitungkan desain oprit jembatan secara matang. Dinas PUPR merancang oprit tersebut agar lebih landai sehingga masyarakat nantinya tetap merasa aman dan nyaman saat melintas. Melalui capaian yang melebihi target ini, pemerintah berharap Jembatan Jafri Zam-Zam 2 dapat menghadirkan infrastruktur yang berkualitas bagi warga Kota Banjarmasin.





