PUPR diminta atasi urukan di Drainase Jalan Sultan Adam

Teks: Saluran air yang seharusnya berfungsi mengalirkan limpasan hujan, tidak berjalan maksimal lantaran tertutup urukan tanah.(kalselpos.com)

Anggota DPRD Banjarmasin Eddy Junaidi mendesak Dinas PUPR membenahi drainase Jalan Sultan Adam yang tertutup urukan tanah pertokoan.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

DPRD Kota Banjarmasin menyoroti persoalan drainase di kawasan Jalan Sultan Adam, Kota Banjarmasin. Saluran air yang seharusnya mengalirkan limpasan hujan tidak berjalan maksimal karena urukan tanah dari area halaman dan parkir pertokoan menutupinya. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena dapat memperparah potensi genangan saat hujan berintensitas tinggi. Akibat drainase yang tersumbat, aliran air terhambat sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Anggota DPRD Kota Banjarmasin sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banjarmasin, Eddy Junaidi, menyampaikan sorotan itu pada Minggu (23/8/2026). Menurut Eddy, drainase memiliki peran vital dalam sistem pengendalian air perkotaan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus menjaga saluran yang menggunakan anggaran daerah tersebut agar tetap berfungsi sesuai peruntukannya.

Selanjutnya, Eddy meminta Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengecek langsung kondisi lapangan. Ia menegaskan agar PUPR segera meninjau sepanjang Jalan Sultan Adam dan mengambil langkah perbaikan. Hal ini karena Jalan Sultan Adam merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang sangat tinggi. Apabila persoalan ini berlarut-larut, warga akan merasakan dampak buruknya saat hujan lebat tiba.

Selain pemantauan, Eddy mendesak Dinas PUPR mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang menghambat fungsi saluran air. Pemerintah harus segera mengembalikan fungsi saluran yang tertutup urukan tanah agar infrastruktur daerah memberikan manfaat maksimal bagi warga. Di samping itu, pemilik usaha seharusnya tetap memperhatikan keberadaan drainase saat menata kawasan usaha dan fasilitas parkir. Mereka dapat membuat akses kendaraan dengan konstruksi yang tepat tanpa harus menyumbat aliran air.

Kemudian, Eddy juga meminta pemerintah memeriksa potensi sedimentasi atau hambatan lain yang mengurangi kapasitas drainase. Langkah pencegahan sejak dini jauh lebih baik daripada mengatasi persoalan besar seperti banjir yang melumpuhkan aktivitas jalan. Akhirnya, ia berharap Pemko Banjarmasin memastikan seluruh infrastruktur drainase perkotaan tetap terawat demi mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

 

 

Pos terkait