88,1 Persen Alat Ukur Anak di Banjar Dinyatakan Akurat Lewat Gelang Anting Manis

Teks Foto: Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar Akhmad Bayhaqie menyampaikan paparan pada kegiatan Expose Hasil Gelang Anting Manis (Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting Menuju Kabupaten Banjar Manis) Tahun Anggaran 2026 di Martapura, Kamis (20/8/2026).(ist)(kalselpos.com)

DKUMPP Banjar memaparkan hasil program Gelang Anting Manis untuk memastikan akurasi alat ukur pertumbuhan anak dalam pencegahan stunting.

Martapura, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pengawasan akurasi alat ukur pertumbuhan anak. Langkah strategis ini berjalan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar. Mereka meluncurkan program inovatif bernama Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting (Gelang Anting Manis). Selanjutnya, dinas memaparkan capaian program tersebut dalam kegiatan ekspos di Aula DKUMPP Banjar, Kamis (20/8/2026) pagi.

Program lintas sektor ini terjalin erat bersama Dinas Kesehatan Banjar sejak tahun 2022 lalu. Petugas memfokuskan agenda pada pemeriksaan alat ukur dan timbangan di Puskesmas maupun Posyandu. Kepala DKUMPP Banjar, Akhmad Bayhaqie, menjelaskan bahwa program Gelang Anting Manis mendukung penuh percepatan penurunan stunting nasional. Menurutnya, ketepatan alat ukur menjadi kunci utama bagi tenaga kesehatan untuk memantau tumbuh kembang anak secara riil.

Oleh karena itu, akurasi timbangan berperan penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan daerah. Bayhaqie mengungkapkan bahwa tim meterologi telah memeriksa sebanyak 1.232 unit alat ukur di lapangan. Hasilnya, petugas menyatakan sebanyak 88,1 persen alat ukur telah akurat sesuai standar. Sementara itu, sekitar 11,9 persen peralatan lainnya tercatat belum memenuhi ketentuan akurasi metrologi.

Dinas memberikan kelonggaran berupa fasilitas layanan peneraan ulang tanpa biaya bagi alat yang belum akurat. Pengelola fasyankes dapat memanfaatkan layanan gratis ini langsung di Unit Layanan Metrologi DKUMPP. Di samping itu, Bayhaqie meminta para kader Posyandu untuk menjaga dan merawat peralatan antropometri tersebut secara berkala. Langkah ini sangat penting agar data hasil pengukuran balita terhindar dari kesalahan deviasi angka.

Ke depannya, DKUMPP Banjar menyusun rencana pengembangan program dengan menyasar alat ukur tinggi badan anak. Upaya ini akan memperkuat validitas data dalam mendukung penekanan angka stunting di Kabupaten Banjar. Selesai acara, Kepala DKUMPP menyerahkan piagam penghargaan kepada Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas. Akhirnya, apresiasi ini menjadi wujud terima kasih atas partisipasi aktif menyukseskan program Gelang Anting Manis 2026.

 

 

Pos terkait