Menghadapi kabut asap akibat karhutla, Dinkes Kota Banjarmasin menyiapkan lebih dari 1.000 masker untuk dibagikan kepada kelompok rentan.
BANJARMASIN, Kalselpos.com–
Pemerintah Kota Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin segera mengambil langkah antisipasi. Petugas menyiapkan lebih dari 1.000 masker gratis untuk melindungi warga. Langkah cepat ini fokus menyelamatkan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menjelaskan bahwa pembagian masker ini menyasar sejumlah kelompok rentan. Selanjutnya, sasaran utama program ini meliputi anak-anak di sekolah serta pengemudi ojek online (ojol). Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin, pembagian ini bertujuan menekan dampak buruk paparan asap. Di samping itu, pengemudi ojol menerima perhatian khusus karena setiap hari bekerja di jalan raya.
Yanuar menjelaskan bahwa kabut asap di Banjarmasin tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam kota. Sebaliknya, angin membawa asap kiriman dari daerah sekitar seperti Kabupaten Banjar, Banjarbaru, hingga Barito Kuala. Kondisi lintas wilayah ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan. Sebab, paparan asap kiriman tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan secara drastis.
Data Dinkes Banjarmasin mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai 1.300 kasus pada Juli 2026. Angka tersebut sebenarnya menurun jika kita bandingkan dengan data Juni yang menyentuh 1.484 kasus. Meskipun tren kasus ISPA melandai, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak lengah sedikit pun. Sebab, musim kemarau yang masih berlangsung dapat sewaktu-waktu memperburuk kualitas udara kota.
Oleh sebab itu, Yanuar mengimbau masyarakat untuk selalu mengenakan masker ketika keluar rumah. Ia juga meminta warga menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Bahkan, masyarakat sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi kabut asap semakin pekat. Akhirnya, Dinkes Banjarmasin juga meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.





