Dari Banjarmasin, Gerakan Pemuda Indonesia dimulai untuk Merdeka dari Sampah 

Teks foto :World Cleanup Day Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).(kalselpos.com)

WCDI bersama Kemenko Pangan dan ULM meluncurkan gerakan “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” di Banjarmasin.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Semangat kemerdekaan Indonesia kini meluas ke persoalan lingkungan. Gerakan besar untuk mendorong Indonesia merdeka dari sampah resmi dimulai dari Kalimantan Selatan.

World Cleanup Day Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meluncurkan kampanye “Aksi Bebersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. Mereka menggelar acara tersebut di ULM, Banjarmasin, Selasa (18/8/2026).

Pihak panitia melaksanakan peluncuran ini dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kampanye berlangsung sejak 17 Agustus hingga 28 Oktober 2026. Program ini menyasar pemuda-pemudi di seluruh Indonesia untuk terlibat langsung dalam aksi kebersihan dan perubahan perilaku pengelolaan sampah.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, S.E., M.Si., serta National Leader World Cleanup Day Indonesia Andy Bahari menghadiri kegiatan tersebut.

Ketiga tokoh tersebut secara simbolis membuka gerakan ini. Gerakan ini membawa pesan bahwa kemerdekaan sejati juga berarti terbebas dari persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Gerakan yang mengusung #kami13juta itu menargetkan keterlibatan jutaan anak muda dari Sabang hingga Merauke. Aksi tersebut tidak hanya menyasar kawasan perkotaan dan kampus. Para relawan juga menjangkau komunitas, pesisir, sungai, hingga pedesaan.

Selain aksi bersih-bersih, gerakan ini mendorong edukasi pemilahan sampah. Gerakan ini juga menggalang perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan.

“Kampus memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda. Gerakan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. Hanif Faisol Nurofiq menilai persoalan sampah tidak bisa berdiri sendiri sebagai masalah kebersihan. Menurutnya, pengelolaan sampah memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan.

“Pengelolaan sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan. Karena itu, generasi muda harus menjadi bagian penting dalam gerakan perubahan ini,” katanya.

National Leader World Cleanup Day Indonesia Andy Bahari mengajak generasi muda tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Ia mendorong anak muda di seluruh Indonesia mengambil peran nyata melalui aksi yang berjalan secara berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk bergerak bersama. Melalui #kami13juta, mari buktikan bahwa generasi muda mampu mengambil peran nyata untuk membuat Indonesia lebih bersih dan merdeka dari sampah,” ujarnya.

Gerakan tersebut turut mendapat dukungan RiveCaReGeneration yang bergerak dalam pemulihan sungai dan kawasan perairan. Komunitas ATNESA (Pemuda Tani Nelayan Pedesaan) yang berfokus pada pemberdayaan pemuda di sektor pertanian dan perikanan pedesaan juga ikut menyokong gerakan tersebut.

Kolaborasi tersebut memperkuat konsep pentahelix. Konsep ini mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama.

Rangkaian aksi akan berlangsung di berbagai provinsi di Indonesia. Puncak kegiatan mengarah menjelang World Cleanup Day pada 20 September 2026. Tahun ini, masyarakat di lebih dari 211 negara memperingati hari bersih-bersih sedunia tersebut secara serentak.

Penyelenggara menutup kampanye pada 28 Oktober 2026. Penutupan ini bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda. Gerakan dari Banjarmasin ini menjadi pemantik aksi yang lebih luas di seluruh Indonesia.

 

 

Pos terkait