Dirut PLN kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT

Teks foto []istimewa LAKUKAN INSPEKI - Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G.Akmalaputri (kedua dari kanan) di dampingi General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch Andy Adchaminoerdin (ketiga dari kiri) saat melakukan inspeksi sistem kelistrikan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (13/8).(kalselpos.com)

Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengawal langsung kesiapan kelistrikan nasional guna mendukung peringatan HUT ke-81 RI di seluruh Indonesia.

Depok, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

PT PLN (Persero) terus memperkuat sistem kelistrikan nasional guna mendukung seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bersama jajaran direksi turun langsung mengawal kesiapan kelistrikan di berbagai lokasi.

Darmawan menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers di PLN Unit Pelayanan Pelanggan Flores Bagian Barat, Manggarai Barat. Melalui sambungan daring, jajaran Direksi PLN di UIP2B Jamali Depok juga turut bergabung dalam agenda Sabtu malam (15/8/2026) tersebut. Dalam kesempatan itu, Darmawan menegaskan bahwa PLN melaksanakan pengamanan sistem kelistrikan secara menyeluruh.

“Sejak awal Agustus, PLN sudah bergerak full. Kami sudah cek satu per satu, mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, sampai jaringan distribusi dan jalur di sekitar lokasi kegiatan. Kami kerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk memastikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar,” tutur Darmawan.

Darmawan menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia. Khususnya, ia berterima kasih kepada Kementerian ESDM, Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian ini memegang peran krusial dalam memastikan kesiapan energi nasional.

“Dukungan penuh dari Pemerintah membuat kami bisa bergerak lebih kuat. Kami ingin memastikan setiap titik yang mendukung upacara dan rangkaian peringatan kemerdekaan, baik di tingkat nasional maupun daerah, listriknya andal dan tercukupi,” katanya.

Secara nasional, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan pada 17 Agustus 2026 mencapai 42,6 gigawatt (GW). Sementara itu, daya mampu pembangkit sukses menyentuh 51,6 GW. Alhasil, perusahaan memiliki cadangan daya yang sangat mencukupi sebesar 9 GW atau sekitar 21,1 persen.

“Saat ini seluruh unit PLN dalam status siaga penuh. Lebih dari 45 ribu personel kami terjunkan di 2.275 titik siaga seluruh Indonesia. Semua bergerak dan semua fokus,” tegas Darmawan.

Perusahaan memperkuat kesiapan tersebut dengan menyiagakan 1.517 unit genset, 559 unit UPS, dan 1.286 unit gardu bergerak. Untuk mempercepat penanganan di lapangan, PLN juga menyiapkan 75 unit kabel bergerak, 318 unit truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional.

“Seluruh sumber daya dipersiapkan dengan matang di berbagai titik. Khusus untuk rangkaian kegiatan di Istana Kepresidenan, PLN menyiapkan sistem pengamanan kelistrikan berlapis hingga lima tingkat, yang meliputi pembangkit, penyulang, sistem digital SCADA, UPS, hingga genset,” tambahnya.

Darmawan menegaskan bahwa kesiapsiagaan PLN tidak hanya berfokus pada momentum kemerdekaan semata. Sebaliknya, jajaran petugas juga merespons cepat kondisi kelistrikan di berbagai wilayah rawan gangguan. Salah satunya, sistem kelistrikan Kalimantan yang sempat mengalami kendala teknis kini sudah berangsur pulih secara bertahap.

“Untuk sistem Kalimantan yang sempat mengalami gangguan pembangkit, hari ini sudah berangsur pulih. Ada tambahan pasokan dari dua pembangkit sehingga sistem Kalimantan semakin kuat and membaik, kami akan terus kawal,” kata Darmawan.

Di sisi lain, PLN juga bergerak cepat melakukan pemulihan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Begitu bencana melanda, manajemen langsung menerjunkan petugas lapangan untuk memperbaiki infrastruktur kelistrikan yang rusak.

“Begitu gempa terjadi di Flores, NTT, tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar. Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,” ujar Darmawan.

Dalam proses pemulihan tersebut, PLN berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat dampak gempa. Namun, PLN terus mengupayakan perbaikan dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja petugas dan masyarakat.

“Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan itu kami lanjutkan melalui pengabdian kami. PLN hari ini all out, fokus total. Kami siap mengawal kelistrikan HUT ke-81 RI di seluruh tanah air,” pungkas Darmawan.

 

 

Pos terkait