Kesan Spiritual Syamsir Rahman di Haul Guru Bangil

Teks Foto :   Kepala DPKP Kalsel, H. Syamsir Rahman, saat mengambil keberkahan dengan mendirikan salat di bekas ruangan belajar almarhum Abah Guru Sekumpul saat menuntut ilmu kepada KH Muhammad Syarwani Abdan (Guru Bangil) di sela rangkaian Haul ke-38 Guru Bangil. (Foto: Istimewa)(kalselpos.com)

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman menghadiri Haul ke-38 Guru Bangil di Jatim dan menyempatkan salat di kamar belajar almarhum Abah Guru.

Banjarbaru, kalselpos.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Syamsir Rahman, menghadiri peringatan Haul ke-38 ulama kharismatik KH Muhammad Syarwani Abdan atau yang akrab disapa Guru Bangil.

Bacaan Lainnya

 

Kehadiran orang nomor satu di DPKP Kalsel tersebut menjadi bentuk penghormatan mendalam kepada figur ulama besar. Semasa hidupnya, Guru Bangil dikenal luas sebagai salah satu guru utama dari almarhum KH Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.

 

Kepada kalselpos.com, Sabtu (18/07/2026), Syamsir Rahman mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa karena dapat mengikuti seluruh rangkaian haul secara langsung. Terlebih, ia juga berkesempatan melaksanakan salat di ruangan yang dahulunya menjadi tempat Guru Sekumpul menimba ilmu agama dari Guru Bangil.

 

“Alhamdulillah, saya bisa hadir di Haul Guru Bangil. Saya juga berkesempatan melaksanakan salat dan mengambil keberkahan di ruangan tempat Guru Sekumpul dahulu belajar ilmu agama kepada beliau,” ujar Syamsir dengan penuh takzim.

 

Bagi Syamsir, momen spiritual di kamar bersejarah tersebut memberikan kesan batin yang sangat mendalam. Ia pun memanjatkan doa agar keberkahan para guru senantiasa mengalir kepada umat Islam di Banua.

 

“Semoga Allah memberkahi dan merahmati guru-guru kita, serta menjaga dan merahmati kita semua, Aamiin,” lanjutnya.

 

Syamsir menambahkan, menghadiri majelis haul bukan sekadar ritual keagamaan tahunan. Kegiatan ini merupakan sarana krusial untuk terus merawat ingatan kolektif masyarakat atas dedikasi para ulama dalam menyebarkan syiar Islam dan membimbing umat.

 

“KH Muhammad Syarwani Abdan memiliki peran besar dalam melahirkan generasi ulama yang memberikan pengaruh luas, baik di Kalimantan Selatan maupun daerah lainnya. Jejak keilmuan yang beliau wariskan hingga kini masih terus dirasakan manfaatnya,” jelas Syamsir.

 

Melalui momentum ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan tradisi mendatangi majelis ilmu dan haul para wali Allah. Syamsir berharap nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan keteladanan akhlak para guru dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

 

Peringatan haul yang berpusat di kompleks Pondok Pesantren Datuk Kelampayan, Bangil, Jawa Timur ini dibanjiri oleh ribuan jemaah. Pria maupun wanita dari berbagai pelosok daerah berdatangan sejak pagi untuk memadati area utama demi mendapatkan keberkahan.

 

Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan begitu terasa sepanjang acara berlangsung. Lantunan zikir, selawat, pembacaan manaqib (biografi singkat), hingga doa bersama berkumandang syahdu mengiringi jalannya haul salah satu paku bumi tanah Jawa dan Kalimantan tersebut.

 

 

 

Pos terkait