Dinsos Kalsel dirikan Posko Siaga Bencana dan siapkan logistik hingga safe house untuk hadapi ancaman puncak karhutla sepanjang Juli-September 2026.
Banjarbaru, kalselpos.com–
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan (Dinsos Kalsel) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah antisipasi ini diambil menyusul prakiraan BMKG bahwa puncak musim kemarau di wilayah tersebut akan berlangsung sepanjang Juli hingga September 2026.
Kepala Dinsos Kalsel M. Farhanie, melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana Sosial Achmadi, menyatakan bahwa seluruh jajaran telah menyiapkan berbagai langkah taktis. Kesiapsiagaan ini merupakan tindak lanjut dari Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla dan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel.
“Kami telah mendirikan Posko Siaga Bencana di Kantor Dinsos Provinsi Kalsel di Banjarbaru. Kami juga memastikan ketersediaan logistik di seluruh kabupaten dan kota, yang didukung lumbung sosial di 50 kecamatan serta tiga Kawasan Siaga Bencana (KSB),” ujar Achmadi di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026).
Selain logistik, Dinsos Kalsel menyiagakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), peralatan, kendaraan operasional, serta sarana pendukung lainnya. Dalam beberapa hari terakhir, personel Tagana bersama BPBD, Manggala Agni, dan Dinas Pemadam Kebakaran telah bergerak memadamkan serta membasahi lahan yang terbakar di kawasan Jalan Palam, Banjarbaru.
Dinsos Kalsel bersama instansi terkait juga telah melakukan survei ke sejumlah embung dan sumber air di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Golf Ujung, Sawitan, Sungai Tabuk, hingga Pramuan Ujung. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan indikasi kerawanan yang meningkat.
“Debit air turun cukup signifikan, berkisar antara satu hingga satu setengah meter. Di beberapa lokasi, lahan gambut juga mulai retak. Ini menjadi indikator kuat meningkatnya potensi karhutla,” jelas Achmadi.
Sebagai antisipasi dampak kabut asap, Dinsos Kalsel menyiapkan safe house (rumah aman) di Aula Kantor Dinsos Kalsel. Fasilitas ini nantinya dikelola bersama Dinas Kesehatan untuk melayani kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita ISPA dan asma. Di lokasi tersebut juga akan disediakan dapur umum lapangan, layanan dukungan psikososial, dan ruang ramah anak.
Dinsos Kalsel mengimbau Dinsos di tingkat kabupaten/kota untuk segera mendirikan posko serupa dengan melibatkan Tagana, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan relawan lokal. Saat ini, sebagian besar wilayah Kalsel dilaporkan sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH), sehingga kewaspadaan bersama harus diperketat.





