Peringatan Harganas ke-33 di Tabalong, Soroti Peran Ayah hingga Sindir Penggunaan Elpiji 3 Kg oleh ASN

Teks foto  Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani memimpin apel  peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, pada Rabu (8/7). (ist)(kalselpos.com)

Tanjung,kalselpos.com– Pemerintah Kabupaten Tabalong menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Pendopo Bersinar, Pembataan, pada Rabu (8/7).

 

Bacaan Lainnya

Apel yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani dan dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda, kepala dinas, serta ASN.

Bupati Tabalong membacakan sambutan tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. (H.C.) Budi Bowoleksono.

 

Peringatan tahun ini menaruh perhatian besar pada tantangan pengasuhan anak di era modern yang penuh dengan disrupsi digital dan ketidakpastian global.

Dalam pidato yang dibacakan Bupati, Menteri BKKBN menyampaikan pesan kuat yang ditujukan khusus kepada para kepala keluarga.

“Jangan biarkan anak kita tumbuh dalam fenomena fatherless country. Kehadiran fisik dan kedekatan emosional para ayah adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak,” tegas Bupati.

 

 

Para ayah diimbau untuk meletakkan gawai, memeluk anak-anak mereka, dan aktif membangun dialog produktif di rumah demi membentengi generasi muda dari algoritma digital yang tidak bermoral. Selain itu, ditekankan pula tiga pilar utama pembangunan keluarga yang harus diperkuat, yaitu sektor kesehatan (penuntasan stunting), pendidikan karakter di rumah, serta ketahanan mental anak.

 

 

Usai membacakan sambutan menteri, Bupati Tabalong menyampaikan rasa syukurnya karena poin-poin krusial yang disampaikan oleh pusat sangat selaras dengan visi dan program kerja daerah yang sedang berjalan.

“Alhamdulillah, kalau melihat teks yang dibacakan tadi, ini paralel sekali dengan program Tabalong Smart kita,” ujar Bupati.

 

 

Di sektor kesehatan, Pemkab Tabalong terus gencar melakukan intervensi terhadap kasus gizi buruk. Bupati mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dan berbagai perusahaan di Tabalong yang telah aktif berkolaborasi membiayai pengentasan anak-anak stunting di bumi Sarabakawa.

 

 

Sementara di sektor pendidikan, penguatan karakter juga terus digenjot sejak dini.

“Untuk SD dan SMP di Tabalong, sekarang sudah diterapkan pelajaran PEKA (Pendidikan Karakter). Karakter ini esensinya adalah akhlak. Ini yang kita tanamkan agar anak-anak kita siap menjadi pemain utama menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

 

 

Bupati Tabalong juga menyampaikan poin penting di luar konteks upacara, namun sangat relevan dengan fungsi keluarga sebagai pilar keteladanan sosial.

 

 

Ia memberikan teguran keras kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tabalong yang kedapatan masih menggunakan Elpiji subsidi tabung 3 kilogram.

Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan data input sistem pangkalan yang mencocokkan KTP pembeli, masih banyak ditemukan abdi negara yang mengambil hak masyarakat miskin tersebut.

“Saya ingatkan, ASN tidak boleh menggunakan LPG subsidi 3 kilo. Datanya ada pada saya, lengkap. Tolong ini diperhatikan,” sentil Bupati.

 

Bupati mengajak seluruh ASN dan pejabat yang hadir untuk memanfaatkan momentum Hari Keluarga Nasional ini sebagai ajang refleksi diri agar mampu menjadi contoh teladan yang baik.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait