Gerak Cepat ISOG di Blok Wain, Lapangan Karamba Mulai Alirkan First Gas

Teks foto Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, onshore Kalimantan Timur.(ist)(kalselpos.com)

Balikpapan, kalselpos.com – PT Indo Sino Oil Dan Gas (ISOG) resmi mencatat tonggak sejarah baru setelah berhasil mengalirkan gas pertama (first gas) dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, onshore Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026).

 

Bacaan Lainnya

 

Pencapaian melalui skema pengembangan cepat (fast-track development) ini diproyeksikan bakal memperkuat pasokan energi domestik, khususnya untuk menyuplai kebutuhan Kilang Unit V Balikpapan.

 

Pada tahap awal, lapangan yang mulai memasuki tahap commissioning sejak 17 Juni lalu ini memproduksi gas sebesar 4 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Produksi tersebut ditargetkan melonjak hingga mencapai level stabil (plateau) sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV tahun 2026.

 

 

Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, mengungkapkan bahwa proyek Karamba merupakan proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024.

“Pencapaian First Gas Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Tang Zhongfu dalam keterangan resminya.

 

 

Dalam penyalurannya, ISOG bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pipa eksisting sepanjang 16,3 kilometer langsung menuju kilang.

 

 

Berdasarkan data kategori proven and probable reserves (2P), Lapangan Karamba mengantongi cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf). Pengembangan lapangan ini meliputi re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, serta pembangunan Central Processing Facility (CPF).

 

 

Sebelum resmi mengalir, sumur KUD-1 tercatat menghasilkan laju alir gas hingga 9,5 MMscfd saat uji produksi. Hasil impresif ini mengonfirmasi kuatnya potensi reservoir untuk keberlanjutan produksi jangka panjang.

 

 

Keberhasilan proyek onstream tepat waktu ini pun mendapat apresiasi dari Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. Menurutnya, Proyek Karamba adalah contoh sukses bagaimana sinergi antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pemerintah mampu mempercepat monetisasi sumber daya riil di lapangan.

“SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai First Gas dengan cepat dan selamat. Sinergi pemanfaatan infrastruktur eksisting seperti ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi investasi,” kata Djoko.

 

 

Selain mendongkrak hulu migas di wilayah onshore Cekungan Kutai, proyek ini juga diklaim memberikan nilai tambah lokal lewat peningkatan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN), baik dari serapan material maupun pelibatan tenaga kerja lokal.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait