Banjarmasin, kalselpos.com – Kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak hanya berdampak pada biaya hidup masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan baru jika tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang stabil. Praktisi ekonomi H Rustamaji SE MAP, mengingatkan kombinasi kenaikan harga dan kelangkaan BBM dapat memicu gejolak sosial.
“Yang menjadi perhatian serius adalah jika harga naik, tetapi barangnya sulit didapat. Ini bisa memicu keresahan di masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah bersama institusi terkait untuk menjaga stabilitas distribusi serta melakukan pengawasan intensif di lapangan.
Selain itu, Rustamaji juga menyoroti risiko penggunaan BBM dengan oktan rendah seperti Pertalite pada kendaraan modern, khususnya jenis matic. Menurutnya, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi dapat mempercepat kerusakan mesin.
“Risiko semakin besar karena harga suku cadang impor juga mengalami kenaikan signifikan. Jadi masyarakat harus lebih bijak dalam memilih BBM,” tambahnya.
Ia mendorong adanya edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan BBM yang tepat, serta kebijakan yang mampu menyeimbangkan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan sektor energi nasional.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





