Belasan Siswa KKO SMAN 2 tak Naik kelas akhirnya jadi ‘Naik Kelas’ 

Teks Foto []istimewa USAI POLEMIK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, H Abdul Rahim S.Sos. M.Pd bersama perwakilan Dispora serta Kepala Sekolah SMKN 2 Banjarmasin, Muhrim Harto SPd MPd, usai mengelar konferensi pers terkait polemik peserta didik KKO yang sebelumnya dinyatakan tak naik kelas.(kalselpos.com)

SMAN 2 Banjarmasin resmi meluluskan belasan siswa atlet KKO ke kelas 11 setelah menyelaraskan aturan sekolah dengan regulasi kementerian.

Banjarmasin, kalselpos.com – Polemik kenaikan kelas belasan siswa atlet Kelas Khusus Olahraga SMAN 2 Banjarmasin akhirnya resmi berakhir lega. Kepala SMAN 2 Banjarmasin Muhdi Harto memastikan seluruh siswa atlet tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke kelas 11. Selanjutnya, pihak sekolah mengambil keputusan ini usai menggelar koordinasi bersama Disdikbud Kalsel, Dispora, serta KONI Kalsel. Muhdi menjelaskan bahwa regulasi Kementerian Pendidikan menyediakan penghargaan nilai tambahan bagi peserta didik berprestasi di bidang olahraga. Pihak manajemen sekolah kemudian menyelaraskan aturan internal yang sebelumnya belum memasukkan poin penilaian khusus tersebut. Oleh karena itu, evaluasi ulang menetapkan seluruh siswa atlet telah memenuhi syarat KKM. Hasilnya, kesepakatan bersama ini mengakhiri perbedaan penafsiran aturan sekaligus mengembalikan hak pendidikan para atlet.

Bacaan Lainnya

​Sementara itu, Muhdi menegaskan komitmen SMAN 2 Banjarmasin dalam mendukung program pembinaan atlet pelajar secara berkesinambungan. Pihaknya berupaya menjaga keseimbangan antara pencapaian prestasi akademik harian dan prestasi olahraga para siswa. Selain itu, para orang tua murid menyambut gembira kepastian hukum terkait kelanjutan studi anak-anak mereka. Pengelola sekolah meminta para atlet segera kembali fokus menjalani latihan rutin untuk menghadapi berbagai kejuaraan mendatang. Pada akhirnya, solusi cepat ini menjaga iklim pembinaan bakat olahraga muda di Kalimantan Selatan. Di sisi lain, instansi terkait terus memantau pelaksanaan kurikulum khusus bagi pelajar berprestasi.

Pos terkait