Satuan Pendidikan diminta Tetap Jaga Mutu meski Kondisi Udara Buruk

Teks foto []istimewa ILUSTRASI - Kabut asap akibat Karhutla kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar di tengah memburuknya kualitas udara.(kalselpos.com)

Disdikbud Kalsel meminta satuan pendidikan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dan mengutamakan kesehatan siswa di tengah ancaman kabut asap.

Banjarbaru, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan meminta sekolah menyesuaikan kegiatan belajar. Langkah ini merespons kabut asap yang melanda sejumlah wilayah saat ini. Kepala Disdikbud Kalsel, H. Abdul Rahim, menegaskan bahwa kesehatan warga sekolah adalah prioritas utama. Oleh karena itu, semua pihak harus waspada terhadap bahaya polusi udara tersebut.

Melalui Surat Edaran tanggal 18 Agustus 2026, Rahim menginstruksikan sekolah untuk mengedukasi warga. Selain itu, mereka wajib mendorong penggunaan masker sesuai rekomendasi kesehatan. Rahim juga memberikan perhatian khusus bagi siswa yang rentan terhadap paparan asap.

Selanjutnya, kepala sekolah dapat mengubah sistem belajar jika kondisi udara terus memburuk. Namun, mereka harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengawas dan Disdikbud Kalsel. Jika pembelajaran tatap muka tidak memungkinkan, sekolah wajib menyiapkan alternatif belajar dari rumah. Meskipun ada penyesuaian, kualitas dan tujuan pendidikan harus tetap terjaga secara optimal.

Di samping itu, Rahim meminta sekolah memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BPBD. Pihak sekolah juga perlu menjalin komunikasi intensif dengan aparat kewilayahan serta orang tua murid. Kemudian, pihak sekolah wajib melaporkan setiap dampak signifikan yang mengancam kesehatan warga sekolah. Akhirnya, Rahim menegaskan bahwa semua keputusan harus terukur, proporsional, dan tetap menjamin keberlanjutan pendidikan.

 

 

Pos terkait