Pelatihan Inkubator Bisnis di Banjarbaru Dorong UMKM Naik Kelas dan Lebih Kompetitif

Teks Foto :  Para peserta kegiatan Pelatihan Inkubator Bisnis untuk pemberdayaan dan pengembangan UMKM yang digelar di Aula Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru.(ist)(kalselpos.com)

Banjarbaru Kalselpos.com – Upaya memperkuat sektor ekonomi kerakyatan terus dilakukan di Kota Banjarbaru. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Inkubator Bisnis untuk pemberdayaan dan pengembangan UMKM yang digelar di Aula Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM Kota Banjarbaru, Rabu (20/5/2026).

 

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen anggota DPRD Kota Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, dalam mendorong lahirnya pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi modern.

 

Pelatihan terselenggara melalui kerja sama DPRD Kota Banjarbaru dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru.

 

Hadir sebagai narasumber Ketua Harian Komite Ekonomi Kreatif Banjarbaru, Narwanto, yang memberikan pembekalan kepada para peserta terkait pengembangan usaha dan strategi bisnis.

 

Tidak hanya sebatas pelatihan formal, kegiatan ini juga difokuskan sebagai wadah pembinaan bagi para pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas usaha mereka.

 

Materi yang diberikan mencakup penguatan mental kewirausahaan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Sartono, mengatakan program inkubator bisnis memiliki peran penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

 

Ia berharap para peserta mampu berkembang menjadi entrepreneur yang sukses dengan peningkatan omzet maupun perluasan pasar usaha mereka.

 

“Calon pengusaha UMKM mudah-mudahan menjadi entrepreneur yang bisa naik kelas baik itu sisi jumlah omsetnya dan juga pemasarannya. Mudah-mudahan para pelaku UMKM bisa naik kelas semua,” ujarnya.

 

Menurut Sartono, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama agar UMKM di Banjarbaru tidak hanya mampu bertahan, namun juga terus tumbuh di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

 

Melalui program inkubasi bisnis tersebut, pelaku usaha mendapatkan pendampingan mulai dari pengembangan produksi, pemasaran, manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung daya saing produk.

 

“Memberikan pendampingan kepada pelaku usaha dalam mengembangkan produksi dan pemasaran. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan teknologi, mendorong para pelaku UMKM agar menciptakan usaha yang inovatif, mandiri dan berdaya saing,” katanya.

 

 

Program ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menciptakan pelaku UMKM baru yang adaptif terhadap perubahan pasar dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait